Berita Magelang Hari Ini

Dampak Kenaikan Harga BBM, Sopir Angkot di Magelang Terpaksa Naikkan Tarif Penumpang

Sejumlah sopir angkot di wilayah Magelang mengaku terkejut dengan naiknya harga BBM yang secara tiba-tiba.

Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Satu mobil angkutan perkotaan (angkot) saat mengetem menunggu penumpang di Simpang Trio Kota Magelang, Minggu (04/09/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) turut berimbas kepada para sopir angkutan umum, termasuk para sopir angkutan kota (angkot) di Magelang.

Sejumlah sopir angkot di wilayah ini pun mengaku terkejut dengan naiknya harga BBM yang secara tiba-tiba.

"Itu (BBM) kan naiknya kemarin tanpa ada sosialisasi sama informasi. Tiba-tiba naik aja, siapa yang tidak terkejut. Kalau seperti ini kami sebagai sopir angkot akan sulit bernapas," ujar Dariadi (47), sopir angkot Magelang-Muntilan saat ditemui di simpang Trio Kota Magelang, Minggu (04/09/2022).

Pasalnya, sejak pandemi Covid-19 hingga sekarang pemasukan para sopir angkot belum stabil.

Dan kini ditambah dengan naiknya harga BBM, Alhasil dirinyapun terpaksa menaikkan tarif penumpangnya.

"Pendapatan kami itu masih goyang (belum stabil). Rata-rata dalam sehari kami hanya bisa mengantongi Rp30 ribu. Padahal, normalnya itu Rp80 ribu per hari. Adanya kenaikan BBM ini, kami pun terpaksa menaikkan tarif penumpang dari Rp5 ribu menjadi Rp6 ribu. Tentu, penumpang menjadi tambah sepi sejak kemarin naik rata-rata penumpang hanya 3 sampai 4 orang saja," ungkapnya.

Hal serupa dirasakan Darto (50), sopir angkot jurusan Magelang-Borobudur.

Dirinya juga terpaksa menaikkan tarif penumpang, yang awalnya Rp5 ribu menjadi Rp6 ribu.

"Terpaksa naik juga tarifnya. Kalau tidak dinaikkan, nggak bisa menutupi. Apalagi, penumpang juga sulit seharian belum tentu bisa penuh. Yang kasihan terkadang anak sekolah itu, mau tidak mau jadi bayar lebih,"ujarnya.

Tak hanya itu, ia mengatakan dengan melonjaknya harga BBM membuatnya harus mengurangi rute perjalanan per hari-nya.

Jika biasanya dalam sehari bisa keliling Magelang-Borobudur sebanyak 4 kali, kini dalam sehari hanya 3 kali saja.

"Dulu, mengisi bensin Rp100 ribu itu masih  cukup sampai keliling 4 kali. Kalau sekarang, mengisi segitu palingan hanya sampai 3 kali keliling saja," terangnya.

Atas kenaikan harga BBM, ia pun meminta agar pemerintah lebih bijak ketika memustuskan sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan orang banyak.

"Seharusnya dipikirkan matang-matang lah, ini kan hitungannya baru saja mau mencoba bangkit setelah pandemi. Tapi, tiba-tiba seperti ini, ya gimana lagi cukup mengelus dada saja,"tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved