Berita Bisnis Terkini

Berawal dari Usaha Teras Rumah, Waroeng Steak and Shake Indonesia Pecahkan Rekor MURI

Memasuki usia ke-22 tahun, Waroeng Steak and Shake Indonesia meraih penghargaan dari Lembaga Museum Rekor Dunia Indonesia ( MURI ). 

TRIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
Penyerahan Penghargaan 'Restoran Steak Halal Dengan Outlet Terbanyak' dari Lembaga Museum Rekor Dunia Indonesia kepada Komisaris, Founder, dan Direktur Utama PT Waroeng Steak Indonesia, di lantai 6, PT Waroeng Steak Indonesia, tepat di Jalan Nusa Indah, Padukuhan Manggung, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (4/9/2022). 

Ditemui secara terpisah, Marketing Manager PT Waroeng Steak Indonesia , Darwoto, mengatakan, pada usia ke-22 tahun, pihaknya memiliki misi khusus yakni penargetan omzet sebanyak Rp1 triliun. 

"Tidak hanya itu, ke depan kami menargetkan 100 outlet tersebar di seluruh Indonesia. Sebab, saat ini kami baru memiliki 97 outlet. Nantinya ada tiga outlet baru yang terletak di Bekasi, Jakarta Selatan dan DIY," jelasnya. 

Pihaknya juga menargetkan perluasan usaha Waroeng Steak and Shake di Singapura. 

Kendati demikian, ia tetap menjaga kualitas rasa yang disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. 

Dalam perayaan milad tersebut, pihaknya turut membagikan 22 ribu es krim di seluruh outlet. 

"Kami juga bagi-bagi voucher senilai Rp22.000 di sosial media dan pada rangkaian agenda itu juga ada lomba mewarnai yang mana juga menjadi rangkaian dari Hari Pelanggan Nasional," tutupnya.

Baca juga: Waroeng Steak Dapat Cuan Rp1, 6 Miliar Selama Promo Kemerdekaan

Perjuangan Waroeng Steak and Shake Indonesia 

Sebagai pionir restoran steak dengan harga murah, tentunya Waroeng Stake and Shake Indonesia memiliki perjalanan yang tidak mudah. 

Waroeng Steak & Shake berdiri atas inisiatif Jody Broto Suseno beserta istri untuk memfasilitasi pelajar/mahasiswa dan masyarakat menengah bawah agar bisa makan steak. 

Mereka kemudian merintis usaha dari teras rumah kontrakan dengan dua karyawan. 

Tidak hanya itu saja, modal usaha mereka didapatkan dari hasil penjualan satu-satunya unit sepeda motor yang hanya dimilikinya pada saat itu.

Perjuangan terus dirasakan hingga enam bulan awal ketika omzetnya hanya sekitar Rp20.000 sampai Rp30.000 per hari, bahkan pernah tidak ada pembeli sama sekali. 

Namun, masuk bulan ketujuh, usahanya berkembang setelah diliput oleh media lokal dan terus berkembang hingga saat ini dengan 1.700 karyawan.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved