Update Berita Gunung Merapi

Update Gunung Merapi 2 September 2022, Aktivitas Landai Pagi Ini, Tidak Ada Guguran Lava Pijar

Aktivitas Gunung Merapi terpantau landai Jumat (2/9/2022), tidak mengeluarkan guguran lava pijar maupun awan panas.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja/Almurfi Syofyan
Seorang warga melintas di lereng gunung Merapi di Desa Balerante, Kemalang, Klaten beberapa waktu lalu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi terpantau landai Jumat (2/9/2022), tidak mengeluarkan guguran lava pijar maupun awan panas.

Hal tersebut terlihat dalam pengamatan selama enam jam oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) mulai pukul 00.00-06.00 WIB.

Kepala BPPTKG , Agus Budi, mengatakan secara meteorologi, cuaca cerah, berawan, dan mendung. 

“Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 16.5-18 °C, kelembaban udara 77-99 persen dan tekanan udara 873.1-916.5 mmHg,” katanya.

Baca juga: Update Gunung Merapi 1 September 2022: Tercatat 16 Kali Gempa Guguran

Secara visual, gunung jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 10-15 m di atas puncak kawah. 

Guguran terjadi sebanyak 15 kali dengan amplitudo 3-14 mm berdurasi 15.6-175.2 detik.

Hembusan terjadi sebanyak 6 kali dengan amplitudo 3-4 mm dengan durasi selama 12.7-18.9 detik.

Vulkanik dalam terjadi sebanyak 21 kali dengan amplitudo 3-11 mm, S-P 0.2-0.6 detik, berdurasi 0.2-8.4 detik.

“Tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada di level III atau siaga,” bebernya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Baca juga: Update Gunung Merapi 30 Agustus 2022 : Aktivitas Landai Pagi Ini

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

Masyarakat juga diminta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar gunung.

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tukasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved