Berita PSS Sleman

BCS dan Manajemen PSS Sleman Bentuk Tim Advokasi, Kawal Kasus Tewasnya Suporter Fajar dan Aditya

BCS membentuk tim advokasi bersama manajemen PSS Sleman untuk mengawal kasus penganiayaan suporter Aditya Eka Putranda dan Tri Fajar Firmansyah

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Pelaku yang diamankan di Mapolres Sleman dari kasus pengeroyokan suporter bola di Gamping hingga korban meninggal dunia. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS), membentuk tim advokasi bersama manajemen Tim Super Elang Jawa untuk mengawal kasus penganiayaan yang berujung kematian.

Kasus penganiayaan berujung kematian yang dimaksud BCS adalah yang menimpa dua anggotanya, Tri Fajar Firmansyah akhir bulan September 2022 lalu, dan terbaru Aditya Eka Putranda, Sabtu (27/8/2022).

"Ya, kita sudah berkoordinasi dengan manajemen PSS Sleman untuk mengawal kasus ini sampai tuntas," kata salah satu BCS, Vikar kepada Tribun Jogja, Jumat (2/9/2022).

Vikar menjelaskan langkah ini diambil karena merasa kasus penganiayaan atas nama suporter atau sepak bola tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

"Kita sudah tahu kalau korban meninggal dunia karena kasus penganiayaan atas nama suporter tidak sedikit. Terutama dari BCS dalam waktu belum genap satu bulan sudah ada dua yang kehilangan nyawa," katanya.

"Tentu saja ini kita tidak bisa tinggal diam, dan kita pilih untuk menempuh jalur hukum agar pelaku ditangkap dan dihukum sesuai aturan hukum yang berlaku. Harus ada hukuman yang setimpal bagi pelaku," sambungnya.

Terpisah, Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Andywardhana Putra juga menegaskan untuk membantu proses hukum bagi korban, dan siap bekerja sama dengan BCS untuk membuat tim advokasi.

Diketahui, Aditya adalah salah satu suporter PSS Sleman yang kehilangan nyawa sebab penganiayaan sepulang menyaksikan laga Tim Super Elang Jawa melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (27/8/2022) lalu.

"Kami bersama BCS saat ini sudah membuat tim advokasi untuk mengusut tuntas kasus ini. Semoga dengan adanya hal ini, kasus tersebut bisa segera tuntas serta pelaku diberikan hukuman yang setimpal," kata Andy, Kamis (1/9/2022).

Saat ini pihak Kepolisian Sleman telah mengumumkan orang yang diamankan dalam kasus penganiayaan tersebut sebanyak 18 orang, namun hanya 12 orang yang dinaikan statusnya sebagai tersangka.

Polres Sleman juga sudah memverifikasi bahwa para pelaku mengatasnamakan kelompok Brajamusti saat melakukan penganiayaan pada korban.

Andy menambahkan tujuan dibentuknya tim advokasi ini agar kasus tersebut segera selesai serta hal ini tidak terjadi kembali karena akan menimbulkan efek jera.

"Semoga dengan adanya tim advokasi ini membuat kasus ini segera terselesaikan dan pelaku dapat dihukum setimpal agar memberikan efek jera kepada mereka dan hal ini tidak terulang kembali," tegasnya.

(tsf)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved