Berita Magelang Hari Ini

Ada 75 Peristiwa Kebakaran yang Terjadi di Kabupaten Magelang Selama Periode Januari-Agustus 2022

Peristiwa kebakaran di wilayah Kabupaten Magelang didominasi dari kebakaran rumah tangga yang berasal dari dapur.

Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi kebakaran 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Magelang mendata selama periode Januari hingga Agustus 2022, tercatat sebanyak 75 kejadian kebakaran terjadi di wilayahnya.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Magelang, Wisnu Harjanto, menuturkan kejadian kebakaran di wilayahnya didominasi dari kebakaran rumah tangga yang berasal dari dapur.

"Kebanyakan akibat kelalaian dari si pemiliki rumah. Biasanya itu, lupa mematikan kompor atau tungku api saat berpergian. Serta, korsleting listrik yang disebabkan berbagai hal juga. Terbanyak kasus kebakaran terjadi di wilayah Mertoyudan, yang termasuk wilayah padat penduduk,"ujarnya saat ditemui di kantornya pada Jumat (02/09/2022).

Ia menuturkan, dari kejadian kebakaran tersebut pada rentang waktu Januari-Agustis 2022  turut menimbulkan korban, namun tidak sampai meninggal dunia.

Merujuk pada data, kasus kebakaran sudah memakan korban sebanyak 6 orang.

"Mereka (korban) mengalami luka bakar. Mulai dari yang berat maupum ringan. Namun, untuk korban jiwa belun ada. Kita berdoa jangan sampai ada korban jiwa,"tuturya.

Sementara itu, ia melanjutkan, bila dibandingkan dengan periode tahun lalu.

Yakni, terhitung dari Januari- Desember 2021 kasus kebakaran sebanyak 108 kejadian.

Artinya, grafik kasus kebakaran mengalami peningkatan. 

"Memang terjadi grafik peningkatan. Kemungkinan, dipengaruhi akibat kemarau yang tidak tentu. Bahkan, selama Agustus 2022 ini saja, sudah ada  11 kali kasus kebakaran, di mana 4-nya adalah kebakaran lahan,"ujarnya.

Ia pun memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan jangan lengah terhadap aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Serta, tidak perlu panik berlebihan ketika mengalami peristiwa kebakaran.

"Maka dari itu, agar masyarakat teredukasi kami pun selalu mensosialisasikan penanganan kebakaran dini, mulai dari tingkat desa hingga anak sekolah. Dan, jangan takut untuk segera melaporkan kejadian ke petugas pemadam kebakaran terdekat,"urainya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved