Berita Kota Magelang Hari Ini

Tingkatkan Profesionalitas Kinerja ASN, Wali Kota Magelang Siap Adopsi Sistem Merit

Sistem merit adalah kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, yang diberlakukan secara adil dan wajar.

Dokumentasi Humas Pemkot Magelang
Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menandatangani Komitmen Penerapan Sistem Merit tersebut bersama dengan Asisten KASN Pokja Pengawasan Bidang Penerapan Sistem Merit Wilayah 1, Iwan Agustiawan Fuad di Hotel Atria, Rabu (31/8/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Sebagai wujud keseriusan penerapan Sistem Merit di Kota Magelang, Pemerintah Kota Magelang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar acara Penandatanganan Komitmen Penerapan Sistem Merit Dan Asistensi Penilaian Sistem Merit.

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menuturkan, asistensi ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan sumber daya manusia terkait, dalam upaya penataan manajemen SDM yang sesuai dengan prinsip-prinsip meritokrasi secara profesional.

"Apapun sistemnya, sebenarnya tergantung pada kita. Banyak yang memakai sistem-sistem hebat tapi banyak orang yang tidak mempunyai ketulusan pengabdian pada bangsa dan negara ya sama saja," tuturnya, Kamis (01/09/2022).

Lebih lanjut, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, tertuang amanat untuk mengembangkan sumber daya manusia yang lebih baik, melalui sektor publik maupun pemberdayaan dari sektor nonpublik untuk mencapai sdm yang berdaya saing global.

Baca juga: Pemkot Magelang Bentuk TPPS untuk Tekan Angka Stunting di Wilayahnya

"Sistem merit ini bukan membuat kita terbelenggu, justru membuat kita semakin cepat dan semakin profesional," tegasnya.

Langkah tersebut kemudian disusul dengan agenda prioritas pembangunan bidang. Khusus di bidang aparatur, Kementerian PPN/Bappenas telah menyusun tiga prioritas pembangunan.

Pertama peningkatan akuntabilitas kinerja, pengawasan dan reformasi birokrasi. Kedua, peningkatan inovasi dan kualitas pelayanan publik, dan ketiga penguatan implementasi manajemen ASN berbasis merit.

Ia berharap penerapan sistem merit kelak betul-betul sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara ( ASN ).

"Yang paling penting adalah ATM (amati tiru modifikasi). Bangsa yang mau maju adalah bangsa yang mau belajar dari bangsa lain. Kita juga harus mau belajar dari daerah lain," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved