Berita Klaten Hari Ini

Meski Didemo Warga, Pelantikan Perangkat Desa di Planggu Klaten Tetap Berjalan, Ini Kata Kades

Pelantikan perangkat desa di Desa Planggu, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten , Jawa Tengah diwarnai aksi demo oleh sejumlah warga desa setempat.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Sejumlah warga saat menggelar aksi demo saat pelantikan perangkat desa di kantor Desa Planggu, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Kamis (1/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pelantikan perangkat desa di Desa Planggu, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten , Jawa Tengah diwarnai aksi demo oleh sejumlah warga desa setempat.

Para warga ramai-ramai menggeruduk kantor desa setempat menjelang pelantikan tiga perangkat desa yang lulus seleksi pada pekan lalu.

Pantauan Tribunjogja.com , Kamis (1/9/2022) sekitar pukul 10.00 WIB di kantor desa itu, puluhan warga yang didominasi oleh para pemuda mendatangi kantor desa dengan menggunakan sepeda motor.

Beberapa spanduk juga di pasang oleh warga di depan kantor desa.

Baca juga: Dua Kantor Desa di Kecamatan Wedi Klaten Digeruduk Warga, Pelaksanaan Tes Dinilai Tak Profesional

Kedatangan puluhan warga ini dilakukan guna memprotes hasil seleksi perangkat desa yang dinilai tidak profesional dan transparan.

Meski warga ramai-ramai mendatangi kantor desa itu, namun pelantikan perangkat desa untuk formasi, Kasi Pemerintahan, Kaur Keuangan serta Kaur Umum dan Perencanaan tetap berjalan dengan lancar.

Aparat kepolisian dari Sat Samapta Polres Klaten, Polsek Trucuk hingga Koramil Trucuk hadir di lokasi untuk melakukan pengamanan.

Seorang warga yang juga ikut seleksi perangkat desa itu, Ridwan Subarkah (26) mengatakan jika dirinya bersama puluhan warga lainnya datang untuk meminta kejelasan kepala desa terkait transparansi nilai.

"Saya daftar di Kasi Pemerintahan, ini diduga banyak kecurangan saat proses seleksi, ada peserta yang baru mengabdi tiga bulan tapi SK pegabdiannya sudah keluar, padahal kan, SK itu harus satu tahun," ujarnya.

Kemudian, lanjut Ridwan, ada juga peserta yang mendapat nilai tinggi saat tes wawancara atau assessment sosial kultural, namun saat tes dilakukan kepala desa selaku asesor tidak berada di dalam ruangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved