Berita Klaten Hari Ini

Belasan Siswa SMP Swasta di Klaten Kena Hukuman Fisik dari Oknum Guru, Ini Penuturan Wali Murid

Belasan siswa yang bersekolah di satu SMP swasta yang berada di wilayah Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendapat perlakuan

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Sejumlah warga saat berada di luar pagar SMP swasta yang berada di Kecamatan Klaten Tengah, Kamis (1/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Belasan siswa yang bersekolah di satu SMP swasta yang berada di wilayah Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendapat perlakuan Hukuman fisik oleh satu oknum guru.

Para siswa itu menerima hukuman fisik lantaran sempat melakukan aksi vandalisme di lingkungan sekolah dengan mencoret-coret tembok.

Satu orang tua siswa di SMP swasta itu, Ekhwan Sutanto (45) mengatakan peristiwa Hukuman fisik kepada anaknya itu bermula dari anaknya dan 15 temannya melakukan aksi vandalisme atau mencoret-coret tembok dari dinding sekolah.

Baca juga: DEWI FORTUNA Tiba 4 Shio Ini Dapat Rezeki Melimpah Menurut Ramalan Shio Besok Jumat 2 September 2022

"Awalnya anak-anak ada kesalahan corat-coret tembok sekolah, itu sekitar 15 atau 16 siswa. Mereka ini sudah dipanggil ke BK (Bimbingan Konseling) untuk diminta pertanggungjawaban," ucapnya pada wartawan di rumahnya, Kamis (1/9/2022).

Kemudian, setelah dipanggil ke ruang BK, belasan siswa tersebut sudah mendapatkan hukuman dari pihak sekolah berupa mengerjakan tugas dan membersihkan tembok yang dicoret serta diminta untuk mengecat ulang.

"Terus kesepakatan dari pihak sekolah, anak-anak ini iuran Rp 10 ribu untuk beli cat dan itu sudah selesai. Selain itu anak ini juga di skors, yakni belajar dari rumah selama dua hari," jelasnya.

Namun, lanjut Ekhwan, pada Selasa (30/8/2022), belasan siswa itu dipanggil lagi oleh oknum guru dan diminta datang ke ruang BK.

"Terus sampai di situ anak-anak kena tendang, terus diolesi kepalanya dengan minyak jelantah. Yang ditendang semua anak itu," jelasnya.

Ia mengatakan, setelah mendapatkan pemberitahuan dari anaknya yang berinisial R itu, dirinya merasa tidak terima dengan tindakan guru tersebut.

Kemudian, pada Kamis (1/9/2022) dirinya dan belasan orang tua siswa lainnya sudah diminta datang ke sekolah untuk mendapatkan kejelasan dari pihak sekolah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved