Berita Bantul Hari Ini

KSM Pilah Berkah Mengolah Sampah Popok Bayi Jadi Kreasi Pot dan Isi Bantal Pengganti Kapas

Dari tangan ibu-ibu di KSM Pilah Berkah, sampah popok disulap menjadi produk lain yang memiliki nilai ekonomi.

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Santo Ari
Ketua KSM Pilah Berkah, Yekti Murwani, menunjukkan sampah popok yang telah dibersihkan dan hasil kerajinan yang berbahan dasar popok bekas 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Di Kabupaten Bantul sudah banyak komunitas, paguyuban atau lembaga yang mengolah sampah, namun Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah di Tegal Paduresan, Imogiri diklaim sebagai yang pertama mengolah sampah atau limbah popok bekas.

Dari tangan ibu-ibu di KSM Pilah Berkah, sampah popok disulap menjadi produk lain yang memiliki nilai ekonomi.

Ketua KSM Pilah Berkah, Yekti Murwani, mengungkapkan bahwa KSM Pilah Berkah bergerak di bidang sedekah sampah sejak tahun 2017 dan saat ini pihaknya mengolah sampah spesifik yakni popok bekas.

Ini adalah bentuk keresahan warga terutama kalangan ibu-ibu yang bingung saat membuang sampah popok bayi mereka.

"Maka dari itu kita bareng-bareng coba mengolahnya membuat kerajinan dari sampah popok, seperti pot lukis, juga bisa dipakai untuk isi bantal pengganti dakron atau kapas. Juga bisa juga untuk isian tas," ungkapnya Rabu (31/8/2022).

Proses pengolahan ini pun melalui beberapa tahapan agar higienitasnya tetep terjaga. Yekti memaparkan bahwa popok bayi itu terdiri dari dua bagian, yakni bagian terluar yang terbuat dari plastik dan bagian dalam ada jelly yang dipakai untuk menampung air kencing bayi.

"Pertama kita keluarkan isi jelly, terus plastik kita desinfeksi  biar terbebas dari bakteri untuk selanjutnya bisa kita olah. Ini sudah melalui uji karakteristik, uji lab, bahwa dengan klorin 0,5 persen bisa membunuh bakteri yang ada di popok. Setelah kita keluarkan jelly-nya kemudian kita rendam setengah jam, bilas bersih, jemur di terik matahari," ungkapnya.

Setelah kering, popok bagian luar yang terbuat dari plastik pun sudah bisa diolah.

Untuk membuat pot, ia mencampurnya dengan semen dan air. Kemudian dibalutkan dua sampai tiga popok ke pot plastik yang berfungsi sebagai cetakan.

Begitu kering, maka jadilah sebuah pot dari bahan baku popok bekas.

Untuk mempercantik pot tersebut, maka tinggal mewarnai atau menggambarinya.
 
Sementara untuk bagian jelly, juga dilakukan penanganan yang serupa agar bersih dan setelahnya bisa digunakan sebagai campuran media tanam.

"Karena sifatnya menyerap air dan mempertahankan kelembaban, bisa kita campur dengan media tanam sehingga kita jadi tidak sering menyiram tanaman. Ditambah eco enzym hasil kita dari mengolah sampah organik, juga bisa menyuburkan tanaman," urainya.

Selama ini hasil olahan popok tersebut telah mereka jual secara online melalui media sosial dan mengikuti pameran-pameran.

Untuk harga pot berukuran kecil dijual Rp10 ribu, ukuran sedang seharga Rp15 ribu dan ukuran besar mencapai Rp20 ribu-Rp25 ribu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved