Serie A

AC MILAN 0-0 Sassuolo: Stefano Pioli Ungkap Pemicu Hasil Imbang di Liga Italia Tadi Malam

Menurut pelatih AC Milan, hasil Liga Italia Serie A Pekan 4 Sassuolo vs AC Milan yang berakhir 0-0 dikarenakan pemain Rossoneri terlalu terburu-buru

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Twitter @AC Milan
Junior Messias saat Sassuolo vs AC Milan di Stadion Mapei Selasa WIB 

TRIBUNJOGJA.COM - Stefano Pioli membeberkan alasan hasil imbang saat AC ditahan imbang Sassuolo 0-0 di Stadion Mapei, Senin (30/8/2022) WIB.

Menurut pelatih AC Milan, hasil Liga Italia Serie A Pekan 4 tadi malam antara Sassuolo vs AC Milan yang berakhir 0-0 dikarenakan pemain Rossoneri terlalu terburu-buru.

Stefano Pioli pun tidak senang dengan perolehan satu poin di kandang lawan, yang membuat AC Milan dari pemuncak ke peringkat ketiga klasemen sementara Liga Itali Serie A dengan delapan poin.

Posisi pertama Liga Italia Serie A diambil Roma yang meraih 10 poin dan disusul Inter Milan dengan perolehan sembilan poin.

Sang juara Liga Italia Serie A hanya mampu mencuri satu poin dengan tanpa gol di Stadion Mapei, tempat yang sama di mana mereka memenangkan Scudetto tiga bulan sebelumnya.

Pelatih AC Milan Stefano Pioli memiliki target aneh untuk Charles De Ketelaere, Divock Origi dan Yacine Adli.
Pelatih AC Milan Stefano Pioli memiliki target aneh untuk Charles De Ketelaere, Divock Origi dan Yacine Adli. (Twitter @AC Milan)

Itu adalah penampilan yang sangat berbeda dari AC Milan, yang justru harus diganjar hukuman tendangan penalti di babak pertama.

Masih beruntung, penjaga gawang andalan AC Milan Mike Maignan berhasil menyelamatkan penalti yang diambil Domenico Berardi

Lalu apa masalah utama AC Milan saat melawan Sassuolo?

“Kami kurang jernih, kami harus membaca beberapa situasi dengan lebih baik,” kata Stefano Pioli kepada DAZN, dikutip Tribun Jogja dari Football Italia.

“Kami memiliki awal yang baik, kami cukup brilian, tetapi ketika Sassuolo bertahan cukup dalam dan kami memiliki terlalu banyak pemain yang maju ketika kami tidak memiliki ruang.

“Kami tidak memiliki kualitas yang cukup, terutama dalam pergerakan, sehingga permainan menjadi kasar, dengan banyak pelanggaran dan penghentian.”

Pemain baru Charles De Ketelaere menggantikan Brahim Diaz setelah hampir satu jam dan bermain sebagai false nine di 20 menit terakhir setelah Olivier Giroud diganti.

Charles De Ketelaere dari AC Milan di Liga Italia Serie A antara AC Milan vs Udinese pada 13 Agustus 2022 di stadion San Siro di Milan, Italia.
Charles De Ketelaere dari AC Milan di Liga Italia Serie A antara AC Milan vs Udinese pada 13 Agustus 2022 di stadion San Siro di Milan, Italia. (Fabrizio Carabelli / LiveMedia / DPPI via AFP)

“Saya harus mengatur pemain saya. Dengan Origi dan Rebic kami bisa memiliki opsi yang berbeda,” jelas Pioli.

“Charles (De Ketelaere) bisa bermain sebagai false nine, tetapi juga sebagai nine (penyerang tengah).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved