Berita Klaten Hari Ini

Warga dari 5 Desa di Pedan Klaten Minta Transparansi Nilai Tes Perangkat Desa

Warga meminta transparansi dari pihak perguruan tinggi dan Tim penjaringan pencalonan perangkat desa (TP3D) masing-masing desa.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Perwakilan peserta tes saat ditemui Camat Pedan di ruang kerjanya, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sejumlah warga yang mengaku sebagai peserta tes calon perangkat desa dari lima desa yang ada di wilayah Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten , Jawa Tengah mendatangi kantor kecamatan tersebut.

Pantauan Tribunjogja.com , Selasa (30/8/2022) sekitar pukul 10.20 WIB, sejumlah warga datang menggunakan sepeda motor.

Kemudian para warga itu memarkirkan di halaman kantor kecamatan.

Tampak di lokasi kantor kecamatan itu aparat kepolisian dan personel TNI juga sudah berjaga.

Baca juga: Pelaksanaan Tes Perangkat Desa di Klaten Diwarnai Laporan ke Polisi

Perwakilan peserta tes, Yunus Karuniawan (29) mengatakan kedatangan dirinya ke kantor camat setempat untuk meminta transparansi dari pihak perguruan tinggi dan Tim penjaringan pencalonan perangkat desa (TP3D) masing-masing desa.

"Maksud dan tujuan kita ke sini menuntut transparansi nilai hasil ujian, kemarin sudah ikut ujian itu tapi nilai yang keluar cuma nilai tes komputer," ujarnya pada wartawan.

Ia mengatakan, beberapa perwakilan peserta tes yang datang ke kantor kecamatan Pedan itu dijadwalkan berasal dari lima desa yakni Desa Sobayan, Troketon, Lemah Ireng, Kaligawe dan Beji.

"Ini nanti perwakilan Beji menyusul, tidak semua peserta yang datang tapi ini perwakilan saja, kemarin koordinasi dibatasi masing-masing desa hanya 3 orang yang boleh ke sini," katanya.

Ia menyebut, dirinya pada seleksi perangkat desa di Desa Sobayan mengikuti formasi Kasi Pemerintahan. Formasi itu terdapat 15 orang yang melamar.

Baca juga: TP3D di Klaten Minta Maaf ke Peserta Gara-gara Salah Input Nilai Calon Perangkat Desa

"Yang terpilih warga desa Sobayan. Saat pengumuman yang disampaikan cuma nilai kumulatif saja. Tapi nilai tertulis ini kan nilainya 0,5 tapi hasil yang disampaikan bulat semua misal 25, 24, 21 itu kan seharusnya ada komanya," aku dia.

Menurut Yunus, sebelum mendatangi kantor kecamatan Pedan, dirinya telah bersurat kepada TP3D Desa Sobayan dan sudah mendapatkan respon.

"Tapi mereka bilang kalau tigasnya cuma sebagai tim penjaringan kalau nilai itu wewenangnya kampus," ulasnya.

Saat berita ini ditulis, perwakilan peserta tes masih mengadakan pertemuan dengan pihak kecamatan dan dihadiri jajaran Polsek Pedan dan Koramil Pedan. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved