Berita Kulon Progo Hari Ini

Setiap Desa Wisata di Kulon Progo Wajib Miliki Produk Ekonomi Kreatif Unggulan

Nantinya, produk-produk ekonomi kreatif itulah yang akan menjadi ciri khas dari masing-masing desa wisata di Kulon Progo 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Wisatawan mancanegara tengah membuat piring lidi saat berkunjung ke Desa Wisata Tinalah, Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulon Progo mendorong setiap desa wisata di wilayahnya agar memiliki produk ekonomi kreatif (ekraf) unggulan. 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan sekarang ini, ada 22 desa wisata di wilayahnya. 

Dinpar Kulon Progo terus menggeber agar setiap desa wisata memiliki produk ekraf.

Nantinya, produk-produk ekraf itulah yang akan menjadi ciri khas dari masing-masing desa wisata tersebut. 

"Jadi masing-masing (desa wisata) punya unggulan. Sehingga satu desa wisata bisa menyampaikan identik dengan apa tentu itu yang akan dijual keunikannya," kata Joko, Senin (29/8/2022). 

Apalagi saat ini, tren pengembangan pariwisata sesuai kebijakan dari pemerintah pusat ialah wisata desa dan desa wisata

Selain itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono 9HB) X juga baru saja mengeluarkan pengembangan pariwisata melalui desa wisata

Ketua Pengelola Desa Wisata Nglinggo, Anton Nugroho, menyampaikan produk ekraf berupa topeng kemungkinan akan dijadikan ciri khas di Desa Wisata Nglinggo, Samigaluh. 

Dipilihnya topeng karena di desa wisata itu juga terdapat kesenian Lengger topeng sebagai ikon kesenian warisan budaya non benda di Kulon Progo yang berasal dari Kampung Nglinggo. 

"Untuk suvenir kita masih menggali yang lebih bagus. Kemungkinan topeng. Kebetulan kami ada perajin topeng sesuai dengan ikon kami lengger topeng," kata Anton. 

Sementara, Marketing Desa Wisata Tinalah, Bambang Dwi Hartono melanjutkan produk ekraf yang diunggulkan seperti rock painting, piring lidik dan topi daun kelapa. 

Pemilihan beberapa ekraf itu karena bahan bakunya yang mudah didapat di alam sekitar. Dengan demikian, memanfaatkan sumber daya alam lokal.

Produk ekraf juga digunakan sebagai pendukung aktivitas kegiatan wisatawan saat berkunjung ke desa wisata tinalah yang mengunggulkan wahana perkemahan. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved