Suporter PSS Sleman Meninggal

Satu Suporter Meninggal Dianiaya, PSS Sleman Tegaskan akan Berikan Bantuan Hukum

Aditya menghembuskan nafas terakhir seusai menjadi korban penganiayaan di palang pintu perlintasan kereta api di daerah Kecamatan Gamping.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
Prosesi Pemakaman Aditya Eka Putranda (18),korban serangan dari orang tak dikenal usai menonton laga PSS Sleman kontra Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Seorang remaja suporter PSS Sleman meninggal dunia, Minggu (28/8/2022) dini hari.

Suporter bernama Aditya Eka Putranda (18) itu meninggal setelah menjadi korban penganiayaan seusai menonton pertandingan PSS Sleman vs Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (27/8/2022) malam.

Aditya menghembuskan nafas terakhir seusai menjadi korban penganiayaan di palang pintu perlintasan kereta api di daerah Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, sepulangnya mendukung klub kebanggaan.

Direktur utama PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Andywardhana sangat menyayangkan terjadinya insiden yang membawa korban terhadap salah satu suporter PSS Sleman tersebut.

Andy menegaskan, manajemen PSS akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan kami akan memberikan bantuan hukum kepada pihak korban sampai kasus ini selesai.

Baca juga: Suporter PSS Sleman Meninggal Dunia, Bupati Kustini: Kami Serahkan pada Polisi, Usut Tuntas!

"Kami ingin mengawal secara hukum kepada pihak keluarga korban. Sehingga keadilan dapat ditegakkan dan saya sangat berharap kejadian ini tidak terulang lagi di bumi Sembada maupun di tempat lainnya," kata Andy.

Menurut Andy, kejadian pengeroyokan tersebut merupakan murni tindakan pidana karena terjadi di luar kegiatan sepak bola itu sendiri.

"Saya melihat juga bahwa kejadian ini adalah suatu tindakan pidana murni di luar dari kegiatan sepak bola. Terlebih, karena ini menimpa salah satu suporter kami yang sudah kami anggap sebagai keluarga sendiri. Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas," ujar dia.

Adapun dari beberapa informasi yang dihimpun oleh pihak kepolisian, pengeroyokan ini terjadi akibat rivalitas dari para suporter.

Oleh karena itu, Andy berharap kasus ini dapat diusut tuntas dan semua orang tetap bisa merasa aman ketika menonton PSS berlaga.

"Apalagi, ini disebabkan karena rivalitas dari para suporter. Mungkin kalau ada teman-teman lain yang ingin memberikan dukungan yang sama seperti kami, kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dan bekerja sama sehingga kita sama-sama selesaikan kasus ini dan semua orang tetap bisa merasa aman ketika menonton kebanggaannya bertanding di stadion," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved