Suporter PSS Sleman Meninggal

Polisi Ungkap Motif Pelaku Penganiaya Suporter PSS Sleman hingga Meninggal

"Menurut analisa kami, ada dua motif. Yang pertama, adanya peristiwa sebelum ini. Menurut mereka (pelaku), pernah ada peristiwa suporter dari BCS

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Pelaku yang diamankan di Mapolres Sleman dari kasus pengeroyokan suporter bola di Gamping hingga korban meninggal dunia. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Polisi menetapkan 12 dari 18 orang yang sempat diamankan, menjadi tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap Aditya Eka Putranda, (18) suporter PSS Sleman hingga meninggal dunia.

Motif para pelaku melakukan pengeroyokan ada dua. Yaitu, peristiwa sebelum kejadian. Di mana berdasarkan pengakuan tersangka, dia dikejar kelompok suporter namun keterangan ini masih didalami polisi.

Motif kedua karena ada provokasi dari salah satu tersangka. 

"Menurut analisa kami, ada dua motif. Yang pertama, adanya peristiwa sebelum ini. Menurut mereka (pelaku), pernah ada peristiwa suporter dari BCS menyerang mereka duluan. Ini masih kami dalami, kapan peristiwanya dan ada laporan polisinya atau tidak. Kedua adanya provokasi dari tersangka. Salah satunya tersangka JN yang anak di bawah umur. Dia memprovokasi orang situ, dia dikejar rombongan suporter BCS," kata Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Rony Prasadana, di Mapolres Sleman, Senin (29/8/2022). 

Baca juga: Manajemen PSS Sleman Pastikan Kawal dan Beri Bantuan Hukum Suporter yang Jadi Korban Pengeroyokan

Rony berkomitmen untuk mengungkap kasus pengeroyokan ini hingga tuntas. Sebab, kejadian kerusuhan yang melibatkan suporter bola hingga berujung kematian, bukan hanya terjadi sekali.

Tetapi berulang kali. Ia mencontohkan, kasus kejadian di seputar Mirota Babarsari beberapa waktu lalu, korban meninggal dunia Tri Fajar Firmansyah.

Belum lama setelah itu, kejadian lagi di Gamping. Kali ini dengan korban Aditya Eka Putranda. 

Pihaknya mengungkapkan semua ini agar dari Pemerintah Kota Yogyakarta maupun dari Pemerintah Kabupaten Sleman bisa ikut bersama-sama menyelesaikan perseteruan yang melibatkan antar suporter bola. 

"Apa setiap ada pertandingan bola, (sebut nama tim) harus ada korban meninggal dunia, kan kita gak mau seperti itu. InsyaAllah akan kita dalami sampai seakar-akarnya," kata Rony. 

Diketahui, salah satu suporter PSS Sleman, Aditya Eka Putranda meninggal dunia setelah dikeroyok sekelompok orang.

Polisi telah menetapkan 12 orang menjadi tersangka. Mereka nekat melakukan pengeroyokan diduga karena sentimen antar suporter dan terjadi provokasi.

Ke-12 pelaku memiliki peran masing-masing. Antara lain, pelaku HN (40), berperan memukul punggung korban menggunakan paralon. Pelaku AE (21) warga Gunungkidul berperan memukul menggunakan stik dan membacok korban menggunakan mandau.

Lalu, AB (19) memukul sekaligus membacok korban menggunakan celurit dan membawa molotov. KL (26) menendang dan membacok korban dengan celurit.

YM (22) memiting atau memegangi korban. AP (29) menarik dan memiting korban. Kemudian, AE (18) membacok korban dengan senjata tajam. AS (20), SM (37) dan FS (31) menendang dan juga memukuli korban.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved