PSS Sleman

Otak Perampokan di Rumah Pemain Asing PSS Sleman Ze Valente Ternyata Pembantunya Sendiri

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rony Prasadana, Senin (29/8) mengungkapkan, pelaku perampokan di rumah Ze Valente tak lain didalangi oleh pembantunya

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Gelandang asing PSS Sleman asal Portugal, Ze Valente. (TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO) 

TRIBUNJOGJA.COM - Kepolisian Resor Sleman (Polres) Sleman akhirnya mengungkap otak dari kasus perampokan rumah gelandang asing PSS Sleman asal Portugal, Ze Valente, yang terjadi pada Sabtu (27/8/2022) malam.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rony Prasadana, mengungkapkan pelaku perampokan di rumah gelandang asing PSS Sleman Ze Valente tak lain didalangi oleh pembantu rumah tangganya sendiri.

"Kami bantu jawab. Kemarin kan ada salah satu pemain dari PSS Sleman yang merasa kecurian, itu sudah tertangkap (pelakunya-red)," kata Rony Prasadana, saat rilis kasus di Mapolres Sleman, Senin (29/8/2022).

"Ternyata (pelakunya) pembantunya sendiri, itu mungkin bisa langsung klarifikasi ke Polsek Ngaglik," tambah dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gelandang asing PSS Sleman asal Portugal, Ze Valente mengungkapkan bahwa rumahnya disatroni rampok pada Sabtu (27/8/2022) malam, atau saat sang pemain tengah membela Laskar Sembada kontra Persebaya Surabaya. 

Ze Valente baru mengetahui rumahnya telah dirampok, sepulang laga yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Melalui instastory akun instagram pribadinya, Minggu (28/8/2022) siang, Ze Valente mengungkapkan bahwa sejumlah barang miliknya hilang akibat perampokan tersebut.

"Rumah saya dirampok tadi malam selama pertandingan PSS semalam. Kalah dalam permainan tentu merusak hari saya, tetapi pulang dalam keadaan lelah dan merasa bahwa pencuri tersebut berada di dalam rumah saya, memeriksa barang-barang saya, mencuri sepatu, pakaian, beberapa kalung dengan nilai sentimental bagi saya, mencuri komputer saya, harddisk tempat saya menyimpan kenangan indah dalam hidup saya dan itu tak akan menambah apapun bagi siapapun yang mencurinya," tulis Ze Valente.

Ze mengungkapkan, ini menjadi perasaan terburuk yang pernah ia rasakan sebab sebelumnya tak pernah ia alami.

"Saya sangat sedih dan kecewa serta saya tidak pernah berharap ini terjadi pada saya maupun kalian yang membacanya," lanjutnya.

Ze Valente pun meminta agar orang yang merampok rumahnya mengembalikan barang-barang yang telah dicurinya. 

Ze Valente berjanji, tidak akan mempublikasikan orang yang telah merampok barang-barang miliknya dan bahkan menawarkan sejumlah hadiah.

"Saya berjanji untuk tidak mengekspos orang yang melakukannya di depan umum dan saya memberi mereka kesempatan untuk melakukan apa yang benar. Saya tahu kamu akan membaca ini. Saya menawarkan hadiah jika perlu," tulis Ze.

Ia pun menyampaikan ucapan berduka cita atas berpulangnya satu pendukung PSS Sleman pascalaga kontra Persebaya Surabaya, dan berharap tak ada lagi kebencian dalam olahraga sepak bola.

"Sepak bola tidak pernah bertujuan untuk menyebarkan kebencian, sepak bola adalah tentang perasaan dan semangat. Ayo kita hentikan ini dan hari yang baik pasti akan datang," pungkas Ze Valente. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved