Suporter PSS Sleman Meninggal

Manajemen PSS Sleman Pastikan Kawal dan Beri Bantuan Hukum Suporter yang Jadi Korban Pengeroyokan

Manajemen PSS Sleman memastikan bakal turut mengawal dan memberi bantuan hukum, kepada korban penganiayaan yang menimpa suporter Tim Super Elang Jawa

TRIBUNJOGJA.COM/ Taufiq Syarifudin
Direktur Utama PT PSS, Andywardhana Putra 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Manajemen PSS Sleman memastikan bakal turut mengawal dan memberi bantuan hukum, kepada korban penganiayaan yang menimpa suporter Tim Super Elang Jawa yang berujung menghilangkan nyawa.

Sebagaimana diketahui seorang Suporter PSS Sleman meninggal yakni Aditya Eka Putranda setelah mengalami pengeroyokan sepulang menyaksikan laga PSS Sleman vs Persebaya di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (27/8/2022) malam.

Pengeroyokan tersebut terjadi di kawasan Gamping, Sleman pada dini hari.

Baca juga: Ada 443 Kasus Aktif Suspek PMK di Klaten, Bupati Sri Mulyani: Pemantauan Masih Dilakukan

"Kami ingin mengawal secara hukum kepada pihak keluarga korban. Sehingga keadilan dapat ditegakkan dan saya sangat berharap kejadian ini tidak terulang lagi di bumi Sembada maupun di tempat lainnya," ujar Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Andywardhana Putra Senin (29/8/2022). 

"Hal itu kami lakukan sebagai bentuk keprihatinan kami karena kami tidak dapat melakukan tuntutan langsung, kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan kami akan memberikan bantuan hukum kepada pihak korban sampai kasus ini selesai," sambungnya. 

Menurut Andy, kejadian pengeroyokan tersebut merupakan murni tindak pidana karena terjadi di luar konteks sepak bola.

"Saya melihat juga bahwa kejadian ini adalah suatu tindakan pidana murni di luar dari kegiatan sepak bola. Terlebih, karena ini menimpa salah satu suporter kami yang sudah kami anggap sebagai keluarga sendiri. Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas," ucapnya.

Sebelumnya pihak Kepolisian Polres Sleman telah mengungkapkan kasus pengeroyokan yang terjadi di Palang Pintu Rel Kereta Api dusun Mejing Kidul, Ambarketawang, Gamping pada Sabtu (27/8/2022), melibatkan 12 orang statusnya bisa dinaikkan menjadi tersangka.

Baca juga: Polisi Tetapkan 12 Tersangka Insiden yang Membuat Suporter PSS Sleman Meninggal, Ini Peran Mereka

Oleh karena itu, Andy berharap kasus ini dapat diusut tuntas dan semua orang tetap bisa merasa aman ketika menonton PSS berlaga.

"Apalagi, ini disebabkan karena rivalitas dari para suporter. Mungkin kalau ada teman teman lain yang ingin memberikan dukungan yang sama seperti kami, kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dan bekerja sama sehingga kita sama-sama selesaikan kasus ini dan semua orang tetap bisa merasa aman ketika menonton kebanggaannya bertanding di stadion," tutupnya. (tsf) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved