Berita Klaten Hari Ini

Ada 443 Kasus Aktif Suspek PMK di Klaten, Bupati Sri Mulyani: Pemantauan Masih Dilakukan

Pemantauan pasar hewan yang ada di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah masih terus dilakukan guna mencegah penyebaran kasus penyakit mulut dan kuku

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Bupati Klaten, Sri Mulyani saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/8/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemantauan pasar hewan yang ada di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah masih terus dilakukan guna mencegah penyebaran kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Hal itu dilakukan karena hingga pekan terakhir Agustus 2022 ini, kasus suspek PMK di Klaten masih berada di angka 443 kasus.

Ratusan hewan ternak yang suspek PMK itu tersebar di sejumlah desa yang ada di kecamatan di Klaten.

"Kalau kasus PMK kita saat ini masih ada 443 hewan yang suspek," ujar Bupati Klaten, Sri Mulyani saat TribunJogja.com temui di ruang kerjanya, Senin (29/8/2022).

Baca juga: Polisi Tetapkan 12 Tersangka Insiden yang Membuat Suporter PSS Sleman Meninggal, Ini Peran Mereka

Meski masih adanya 443 hewan ternak yang suspek PMK, namun untuk angka kesembuhan mencapai 87,76 persen dan sudah terdapat sebanyak 3.176 sapi yang sembuh dari PMK.

Untuk mencegah penularan kasus, lanjut Yani pihaknya meminta dinas terkait untuk tetap rajin turun ke lapangan melakukan pemantauan kasus, baik ke kandang-kandang warga maupun ke pasar hewan.

Selain itu, Mulyani juga mendorong percepatan vaksin PMK bagi hewan ternak di daerah itu.

"Saat ini untuk dosis pertama vaksin PMK di Klaten sudah menyasar 6.179 ekor sapi dan vaksin dosis kedua menyentuh 4.156 sapi," terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Widiyanti mengatakan kuota vaksin yang diterima Klaten terbatas, hal ini karena terbatasnya jumlah vaksin PMK yang ada di pusat.

"Kita dapat vaksin tahap pertama sebanyak 5.000 dosis dan vaksin kedua ini juga 5.000 dosis dan ini masih sedang berproses juga," akunya.

Baca juga: Terpaksa Naikkan Harga Jual, Pedagang Donat di Kulon Progo Terdampak Mahalnya Harga Telur

Ia menjelaskan, pemberian vaksin PMK ini dari dosis pertama ke dosis kedua memiliki jeda waktu sekitar 1 bulan.

"Sementara jeda waktu vaksin dosis kedua ke vaksin dosis ketiga dengan jarak 6 bulan," imbuhnya.

Disinggung terkait kasus PMK di Klaten, ia mengaku saat ini sudah mulai melandai dan angka kesembuhan juga terbilang tinggi. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved