7 Mitos di Balik Baterai Smartphone yang Perlu Anda Ketahui

POCO menghadirkan lini smartphone terbarunya yang mengusung kapasitas baterai besar untuk memberikan pengalaman lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Rina Eviana
Istimewa
Baterai Besar POCO 

Tribunjogja.com - POCO menghadirkan lini smartphone terbarunya yang mengusung kapasitas baterai besar untuk memberikan pengalaman lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Brand teknologi global yang populer di kalangan penggemar teknologi muda dunia ini melihat bahwa baterai yang besar merupakan aspek utama yang diinginkan pengguna POCO dalam sebuah smartphone

Namun, banyak mitos beredar mengenai baterai dalam sebuah smartphone, berikut tujuh mitos di balik baterai smartphone:

1. Mengisi ulang baterai smartphone semalaman akan membuatnya overcharge dan rusak.

Faktanya, hal ini tidak 100 persen benar karena teknologi pengisian ulang pada smartphone terbaru bisa menghentikan proses charging ketika daya sudah penuh. Misalnya pada smartphone-smartphone POCO yang telah dilengkapi Overcharge Protection Circuit yang akan menghentikan arus pengisian ulang ketika baterai sudah penuh. Selain itu, ada fitur AdaptiveCharge yang bisa menyesuaikan kebiasaan pengguna ketika pengisian ulang baterai smartphone semalaman.
 
2. Harus menguras baterai hingga habis sebelum mengisi ulang.

Hal ini malah akan menyulitkan pengguna karena tidak fleksibel untuk melakukan pengisian ulang. Kini dengan materi kebanyakan baterai smartphone dengan lithium-ion, maka pengisian ulang bisa disesuaikan dengan kapasitas baterai yang dibutuhkan baterai tersebut karena baterai telah mampu mendeteksi berapa daya yang dibutuhkan.
 
3. Isi baterai smartphone baru selama beberapa jam sebelum penggunaan.

Ini banyak direkomendasikan oleh toko-toko smartphone ketika kamu membeli smartphone baru kira-kira sepuluh tahun lalu. Kini hal tersebut hanya mitos saja, karena smartphone terbaru sekarang ini bisa langsung digunakan walaupun smartphone tersebut benar-benar baru.
 
4. Tidak boleh menggunakan smartphone ketika sedang diisi ulang agar tidak meledak.

Anggapan ini meningkat lagi saat terjadi kasus kecelakaan penggunaan smartphone saat smartphone tersebut diisi ulang beberapa waktu lalu.

Namun, penggunaan smartphone terbaru kini bisa dilakukan sambil pengisian ulang walaupun tetap tidak direkomendasikan karena akan mengurangi kecepatan pengisian ulang baterai smartphone. Disarankan untuk menonaktifkan penggunaan saat pengisian ulang agar semakin optimal.
 

Baca juga: Harga Rp 1 Jutaan Realme C31 Smartphone Paling Stylish

5. Menggunakan charger bukan bawaan akan merusak baterai.

Charger bawaan tentu adalah rekomendasi paling utama bagi sebuah smartphone. Namun, mengisi ulang smartphone juga bisa dilakukan dengan charger yang bukan bawaan dari ponsel tersebut. Yang pasti, perlu diperhatikan kualitas dan tegangan charger-nya apakah sesuai dengan ponsel yang akan diisi ulang.
 
6. Meletakkan baterai di lemari es atau dijemur agar semakin awet.

Justru hal ini malah berbahaya karena kini baterai smartphone umumnya berjenis lithium-ion. Baterai jenis ini malah akan rusak jika berada ditempat yang sangat panas atau sangat dingin.
 
7. Mematikan GPS, Wi-Fi, dan Bluetooth akan menghemat baterai secara signifikan.

Penggunaan fitur-fitur tersebut memang membutuhkan daya, tetapi kini telah semakin canggih dan otomatis disesuaikan dengan kebutuhan pengguna pada smartphone-smartphone terbaru sehingga tidak menghabiskan daya baterai secara signifikan.

Fitur-fitur tersebut esensial bagi pengguna, misalnya saja GPS. Dengan GPS, pengguna bisa menemukan lokasi dengan lebih mudah. GPS secara akurat juga mencatat keberadaan lokasi Anda sehingga mempermudah mobilitas bahkan mengetahui keberadaan smartphone Anda ketika tertinggal atau berpindah tangan selama GPS tersebut dinyalakan.

Baterai pada smartphone-smartphone terbaru, termasuk lini baru smartphone POCO yang akan datang, sudah memiliki teknologi yang tinggi sehingga mematahkan berbagai mitos-mitos tersebut.

Kapasitas besar yang dihadirkan akan menjawab tuntutan generasi Z dan Alpha di rentang usia produktif 15-24 tahun yang sangat menginginkan konsumsi hiburan lebih lama dari biasanya.

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved