Berita Klaten Hari Ini

4 Desa di Lereng Merapi Klaten Mulai Alami Krisis Air Bersih, BPBD Klaten Salurkan 14 Tangki Air

Empat desa itu telah meminta pasokan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten pada pekan lalu.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA / ALMURFI SYOFYAN
Truk tangki air BPBD Klaten saat menyalurkan air bersih di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Kamis (19/11/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Empat desa yang berada di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mulai mengalami kekeringan air bersih.

Empat desa itu pun telah meminta pasokan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten pada pekan lalu.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Klaten, Rujedi Endro Suseno, menyampaikan jika pihaknya telah melakukan penyaluran air bersih sebanyak dua tahap pada pekan lalu.

"Pada Rabu 24 Agustus, penyaluran dilakukan kepada tiga desa yang ada di lerang Gunung Merapi," ujarnya pada wartawan, Senin (29/8/2022).

Adapun desa-desa yang meminta pasokan air bersih itu yakni,  Desa Kendalsari sebanyak 3 tangki air, Sidorejo sebanyak 2 tangki air dan Tlogowatu sebanyak 3 tangki air.

"Totalnya pada Rabu itu terdapat 8 tangki ait yang sudah kita salurkan ke tiga desa tersebut," ucapnya.

Kemudian, pada Jumat (26/8/2022) tiga tersebut beserta Desa Tangkil juga meminta pasokan air bersih sehingga untuk saat ini terdapat 4 desa yang telah meminta pasokan air bersih.

"Sampai data Jumat itu, total 14 tangki sudah kita salurkan ke empat desa dengan rincian, Kendalsari 6 tangki, Sidorejo 3 tangki, Tlogowatu 3 tangki dan Tangkil 2 tangki air," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Klaten, Sri Winoto, menambahkan meski beberapa desa telah meminta pasokan air bersih namun sampai saat ini pihaknya belum mengeluarkan status siaga darurat air bersih di Klaten.

Sebab, sampai akhir Agustus 2022 ini  beberapa wilayah yang sering krisis air di Klaten masih diguyur oleh hujan.

"Kalau pernyataan bencananya belum ada karena BMKG belum menerbitkan yang menjadi rujukan kita, hujan kan juga masih sering," ucapnya.

Ia mengatakan, rata-rata desa yang telah meminta pasokan air bersih itu karena beberapa kampung di desa itu air sumurnya mulai mengering.

Sehingga, BPBD Klaten mulai menyalurkan air bersih kepada desa yang meminta pasokan air tersebut.

"Tahun ini relatif aman bila dibandingkan dulu, sebab tahun ini Pamsimas juga sudah jalan dan berfungsi sehingga air masih aman," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved