Berita Gunungkidul Hari Ini

Musim Tanam Pertama, DPP Gunungkidul Siapkan Bantuan Benih Padi Hingga Pupuk

Persiapan musim tanam pertama dilakukan dari bantuan benih hingga pupuk subsidi kepada para petani di wilayah Gunungkidul.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
dok.DPP Gunungkidul
Petani di Gunungkidul menunjukkan benih padi bantuan pemerintah. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) setempat mulai mempersiapkan benih hingga pupuk bantuan untuk musim tanam padi tahun ini 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mulai mempersiapkan para petani untuk musim tanam padi di 2022/2023 ini.

Persiapan dilakukan dari bantuan benih hingga pupuk subsidi kepada para petani di wilayah Gunungkidul.

Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi, menyampaikan bahwa bantuan benih padi tersebut bersifat stimulan untuk para petani.

"Distribusinya mulai kami lakukan di September 2022 ini," jelasnya pada Minggu (28/08/2022).

Menurut Rismiyadi, bantuan benih padi tersebut akan disebar ke seluruh kapanewon di Gunungkidul. Kuota benih yang disiapkan pun mencukupi untuk lahan seluas total 2.911 hektare (ha).

Meski dimulai secara resmi pada September nanti, beberapa kapanewon sudah menerima bantuan benih padi tersebut. Salah satunya di Kapanewon Girisubo.

"Girisubo mendapat bantuan benih padi 2.125 ton untuk lahan seluas 85 ha," ungkap Rismiyadi.

Selain padi, pihaknya juga menyiapkan bantuan benih stimulan untuk pangan jenis lainnya.

Antara lain kedelai untuk lahan seluas 399 ha dan jagung untuk lahan seluas 1.770 ha.

Terpisah, Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan pihaknya juga menyalurkan bantuan pupuk bersubsidi untuk mendukung musim tanam padi pertama. Salah satunya jenis Pupuk Organik Hayati Cair (POHC).

"Pupuk sudah mulai kami distribusikan ke berbagai lokasi sasaran," kata Raharjo.

Selain POHC, ada sejumlah jenis pupuk subsidi yang disiapkan sesuai kuotanya. Antara lain Urea (17 ribu ton), NPK (8 ribu ton), SP-36 (1.056 ton), ZA (807 ton), dan Organik Granul (1.062 ton).

Raharjo mengatakan sebagian pupuk bersubsidi itu pun sudah mulai ditebus oleh para petani.

Adapun penebusan tertinggi pada pupuk jenis Urea, yaitu mencapai 24,98 persen dari alokasinya.

"Penebusan menggunakan kartu tani yang dimiliki masing-masing petani di kios resmi pupuk subsidi," jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved