PSS Sleman

Manajemen PSS Sleman Telusuri Pelaku Perampokan Rumah Ze Valente

Perampokan di rumah Ze Valente tersebut dilaporkan terjadi saat PSS Sleman menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Gelandang asing PSS Sleman asal Portugal, Ze Valente. (TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Manajemen PSS Sleman bergerak mencari tahu siapa pelaku di balik perampokan rumah tinggal pemain asingnya, Ze Valente yang berada Kecamatan Ngaglik, yang terjadi Sabtu (27/8/2022) malam.

Perampokan di rumah Ze Valente tersebut dilaporkan terjadi saat PSS Sleman menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo.

Saat ini pihak manajemen PSS Sleman sedang memeriksa rekaman CCTV yang berada di sekitar perumahannya untuk dijadikan acuan mencari pelaku perampokan di rumah Ze Valente.

"Kalau untuk lapor polisi belum, saat ini manajemen PSS masih cek rekaman CCTV di perumahannya apakah ada yang aktif saat kejadian atau tidak," kata Media Officer PSS Sleman, Juat Tirta Abditama, Minggu (28/8/2022).

Juan melanjutkan, sampai saat ini pemain PSS Sleman asal Portugal masih menunggu itikad baik dari pelaku perampokan untuk mengembalikan barang-barangnya, sebelum benar-benar dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Ze bilang kalau dia mau memberikan kesempatan untuk pelakunya dulu sebelum dia lapor polisi," terangnya.

Bahkan Ze Valente menuturkan jika dirinya akan memberikan hadiah bagi yang menemukan, dan memaafkan pelaku jika barangnya bisa kembali lebih cepat.

"Saya ingin meminta bantuan, saya tidak membutuhkan orang itu untuk memberi saya semua yang ia curi. Akan tetapi, saya hanya meminta barang yang paling berarti bagi saya. Saya berjanji untuk tidak mengekspos orang yang melakukannya di depan umum dan saya memberi mereka kesempatan untuk melakukan apa yang benar," kata Ze Valente melalui akun sosial media instagram miliknya.

"Saya menawarkan hadiah jika perlu. Saya akan memberikannya kesempatan selama beberapa hari untuk mengembalikan barang paling penting saya yaitu komputer, hardisk, dan kalung. Karena disitu terdapat kenangan hidup saya dan kalung itu merupakan kalung keluarga yang diturunkan dari generasi ke generasi. Jika kamu mengembalikan itu, maka saya akan memaafkan dan tidak akan melaporkan hal ini ke polisi," sambungnya.

Dalam perampokan itu, Ze Valente mengatakan sejumlah harta benda miliknya raib.

Padahal beberapa di antaranya adalah benda yang memiliki nilai tersendiri bagi pemain berusia 28 tahun itu.

"Rumah saya dirampok tadi malam selama pertandingan PSS. Kalah dalam permainan tentu merusak hari saya, tetapi pulang dalam keadaan lelah dan merasa bahwa pencuri tersebut berada di dalam rumah saya, memeriksa barang-barang saya, mencuri sepatu, pakaian, beberapa kalung dengan nilai sentimental bagi saya, mencuri komputer saya, hardisk tempat saya menyimpan kenangan indah dalam hidup saya," kata Ze Valente, Minggu (28/8/2022).

Dengan adanya kejadian ini, pemain berusia 28 tahun itu merasa bahwa situasi yang dialaminya membuat perasaannya terpuruk.

"Itu tidak akan menambah apa pun bagi siapa pun yang mencurinya, mencuri pengisi daya antara lain, membuat saya merasakan perasaan terburuk yang mungkin anda pernah rasakan," jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved