Petugas Kesehatan Perlu Memperkuat Surveilans Kasus Polio

Program pengurangan penyakit polio harus dilakukan secara berkesinambungan antarsubsistem kesehatan.

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: Gaya Lufityanti
dok.istimewa
Ilustrasi vaksin polio 

Tribunjogja.com - Belum juga usai, dunia dilanda wabah pandemi Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization ( WHO ) sudah mengumumkan kembali adanya wabah baru, yakni Clade Outbreak atau yang sebelumnya lebih dikenal dengan cacar monyet.

Wabah penyakit baru semacam ini akan terus bermunculan.

Namun begitu, program pengurangan penyakit seperti polio atau lumpuh layu harus terus dilakukan bersamaan dengan upaya penanggulangan pandemi Covid-19 .

Hal itu mengemuka dalam webinar yang bertajuk Addressing Implementation Challenges During Pandemic Response : Learning from the Global Polio Eradication Initiative.

Baca juga: Pakar UGM : Data Infeksi Cacar Monyet Masih Minim, Jangan Gegabah dan Tetap Waspada Menghadapinya

Webinar kali ini merupakan inisiasi dari Pusat Kedokteran Tropis UGM bekerja sama dengan John Hopkins University dan Universitas Udayana serta didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Hariadi Wibisono, Dr. dr. Hariadi Wibisono, MPH mengatakan terdapat beberapa persamaan antara surveilans lumpuh layu dan Covid-19 sehubungan dengan penemuan kasus, pengambilan sampel, dan pemeriksaan sampel.

Menurutnya lumpuh layuh sendiri merupakan kelumpuhan yang sifatnya lemas, terjadi secara mendadak, dan disebabkan oleh virus polio.

Oleh karena itu, perlu ada penguatan kemampuan petugas kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam proses deteksi menjadi kunci yang penting untuk mendukung keberhasilan surveilans polio serta Covid-19 selama pandemi.

“Sejalan dengan surveilans, program vaksinasi merupakan poin penting dalam pencegahan penyakit menular seperti polio dan Covid-19 ,” kata Hariadi Wibisono dalam rilis yang dikirim Senin (22/8/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved