Berita Klaten Hari Ini

Cerita Peserta Tes Seleksi Perangkat Desa di Klaten, Deg-degan saat Disuruh Pidato Pakai Bahasa Jawa

Pratiwi Sri Sejati (31) warga Kalikuning, Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah yang ikut tes di desa setempat mengaku sempat deg-degan saat ikut tes

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ ALMURFI SYOFYAN
Sejumlah peserta tes calon seleksi perangkat desa Klaten 2022 saat mengikuti tes asesmen sosial kultural di Aula SMPN 2 Klaten, Selasa (23/8/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pelaksanaan tes seleksi perangkat desa serentak yang diikuti oleh 5.101 peserta dari 264 desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah resmi bergulir.

Pada hari pertama, Selasa (23/8/2022), tes yang dijalani ribuan peserta yakni tes sosial kultural dan dipusatkan di sejumlah sekolah yang ada di beberapa kecamatan di Klaten.

Untuk wilayah Kota Klaten, pelaksanaan tes bagi calon perangkat desa dilaksanakan di SMPN 2 Klaten, yang diikuti oleh para peserta dari 11 desa di 3 kecamatan.

Pratiwi Sri Sejati (31) warga Kalikuning, Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah yang ikut tes di desa setempat mengaku sempat deg-degan saat ikut tes.

"Jujur, tadi deg-degan pas ikut tes, soalnya ini pengalaman pertama bagi saya," ujarnya pada wartawan di sela-sela seleksi itu.

Ia mengaku, untuk persiapan dirinya belajar kembali mengoperasikan microsoft office, adapun untuk persiapan tes wawancara dirinya mengaku tidak ada persiapan khusus.

"Saya bukan asli Jomboran, tapi suami saya yang asli Jomboran," ucapnya.

Ia menjelaskan, saat pelaksanaan tes sosial kultural tersebut, dirinya juga diminta oleh asesor untuk berpidato bahasa Jawa.

"Tadi disuruh pidato Bahasa Jawa untuk orang kematian dan sekalian sama doa. Soalnya saya kan lamar Kasi Kesra, itu pidatonya susah-susah gampang karena saya kurang mahir bahasa halus," ulasnya.

Selain itu, katanya dirinya juga ditanya soal potensi desa dan juga inovasi yang bisa dilakukan di desa tersebut.

Peserta lainnya, Reza Yulinar Suardi (28) yang melamar untuk posisi Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan mengaku mencoba santai saat mengikuti tes tersebut.

"Sebenarnya sudah biasa karena saya juga pernah kamar-lamar seperti ini tapi ya tetap aja ada yang beda tapi dicoba santai," akunya.

Ia mengatakan, untuk melamar perangkat desa dirinya baru satu kali ini mencoba, semua itu karena dirinya ingin mengabdi bagi desanya.

"Tadi ditanyakan soal cara kita bangun dan inovasi desa dan pengalaman kita di organisasi, tadi ujian sekitar 15 menit di dalam," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved