Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bupati Halim Sebut Harga Telur Telah Naik di Pasar Bantul Sepekan Terakhir

Kenaikan harga telur ayam juga terjadi di Kabupaten Bantul. Di Pasar Bantul, harga jual sudah tembus hingga Rp30.000 per kilogram, Selasa (23/8/2022).

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ISTIMEWA
CEK HARGA - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berbincang dengan pedagang Pasar Bantul, ketika survei langsung lapangan, Jumat (19/8/2022) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kenaikan harga telur ayam juga terjadi di Kabupaten Bantul. Di Pasar Bantul, harga jual sudah tembus hingga Rp30.000 per kilogram pada Selasa (23/8/2022).

Baca juga: Bupati Halim Sambangi Pedagang Pasar Bantul Sambil Cek Harga Kebutuhan Masyarakat

Baca juga: Bupati Abdul Halim Sambangi Stan Produk Kriya Bantul di Ajang Jiffina

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengaku, telah mengetahui kondisi itu, ketika menyambangi para pedagang di Pasar Bantul, Jumat (19/8/2022) lalu.

Halim mengaku menyempatkan waktu untuk menyambangi pedagang di Pasar Bantul sembari mengecek harga barang-barang kebutuhan pokok masyarakat. Ia juga mengakui bahwa harga kebutuhan pokok masyarakat yang mengalami kenaikan terjadi pada telur ayam.

“Hanya harga telur yang mengalami kenaikan, dari Rp26.000 per kilo menjadi Rp29.000 sampai Rp30.000. Barang-barang kebutuhan lainnya masih stabil. Kenaikan ini bisa jadi karena permintaan pasar tinggi. Ada juga yang menyebutkan, karena cairnya bantuan PKH, tapi ini hanya dugaan,” kata Bupati Abdul Halim.

Seorang pedagang sembako di Pasar Bantul Siti Hanifah mengatakan, harga telur telah menyentuh Rp30.000 per kilogram selama sepekan terakhir. Ia pun mengakui, kalau harga telur saat ini, yang paling tinggi pada tahun ini dibandingkan lonjakan harga yang biasanya terjadi.

Pasalnya, rata-rata kenaikan harga telur sendiri hanya berkisar Rp20.000-25.000 per kilogram.
"Harga kulakan dari kandang sudah mahal, sekitar Rp28.000, Rp27.000 paling murah," ujarnya.

Dirinya juga menduga, bahwa kenaikan harga telur ini disebabkan stok yang berkurang, karena untuk mencukupi kebutuhan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah. Meski harga telur naik, menurut informasi yang ia dapat dari pedagang lain, harga ayam di Pasar Bantul masih di angka Rp28.000-30.000.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Agus Sulistiyana menampik, bahwa melejitnya harga telur karena program bantuan PKH. Sebab, menurutnya, harga komoditas bahan pokok yang fluktuatif merupakan hal lumrah.

"Supply and demand kan pengaruhnya banyak hal. Tapi, kalau kenaikan telur karena PKH, menurut saya, tidak, saya tidak mendapati data tentang itu," katanya.

Ia pun menerangkan, bahwa kebanyakan telur yang beredar di Kabupaten Bantul bukan hanya dari peternak lokal saja. Bahkan, paling banyak telur didatangkan dari luar daerah, semisal Purworejo, Brebes dan sebagainya. (ayu)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved