Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bupati Halim Ekosistem Ekonomi Kreatif di Bantul Harus Dikuatkan

Ada pesan penting disampaikan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih ketika meninjau keterlibatan perajin Bantul pada ajang JIFFINA 2022.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ISTIMEWA
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih melihat hasil produk masyarakat Bantul di JIFFINA 2022 di JEC, Senin (21/8/2022) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ada pesan penting disampaikan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih ketika meninjau keterlibatan perajin Bantul pada ajang Jogja International and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2022, Senin (22/2022) sore.

Baca juga: Bupati Abdul Halim Sambangi Stan Produk Kriya Bantul di Ajang Jiffina

Baca juga: Bupati Halim Sambangi Pedagang Pasar Bantul Sambil Cek Harga Kebutuhan Masyarakat

Bupati Abdul Halim menyampaikan, bahwa ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Bantul dinilai kuat dan mapan. Karenanya, ekosistem ini dibutuhkan sumber daya crafts atau craftsmanship yang mumpuni.

“Sumber daya ini harus didorong dan diapresiasi penuh. Pemerintah sendiri akan terus mengupayakan terwujudnya Bantul sebagai Jejaring Kota Kreatif Dunia,” ucap Bupati Halim.

“SDM Craft di Bantul ini sangat kuat. Peserta JIFFINA ini mayoritas juga dari Bantul. Pelaku usaha, produksi, seniman, hampir semua berlokasi di Bantul. Ini harus kita dorong untuk jadikan Bantul City of Crafts and Folk Art,” tandas Halim.

Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pelaku usaha industri kreatif di Bantul dengan hasil produksi yang mampu mendominasi pasar lokal. Tak hanya itu, di tingkat nasional pun produksi kriya di Bantul mampu memberikan kontribusi angka ekspor yang besar.

“Di tingkat internasional, Bantul patut berbangga diri karena menjadi basis peserta terbanyak dalam perhelatan. Hal inilah yang melatarbelakangi Kabupaten Bantul mendaftarkan diri untuk menjadi Jejaring Kota Kreatif Dunia versi UNESCO atau UCCN,” lanjut Abdul Halim Muslih.

Memilih jargon Bantul City of Crafts and Folk Art, tema ini sejatinya lekat dalam kehidupan masyarakat Bantul baik dari segi historis maupun sosiokultur. Crafts and Folk Art sendiri hadir di tengah kehidupan masyarakat Bantul sejak lama, baik yang diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari maupun artefak. (ayu)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved