Pertamina Masih Tunggu Arahan Pemerintah Soal Isu Kenaikan Harga Pertalite

Namun meski isu Pertamax naik kian ramai, Pertamina masih menunggu arahan dari pemerintah.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
via setkab.go.id
Ilustrasi BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Pertamax 

Tribunjogja.com - Kabar kenaikan harga Pertalite dijual Rp 10.000 per liter kian santer.

Artinya jika benar, harga Pertalite akan naik jadi Rp 2.350 per liter.

Namun meski isu Pertamax naik kian ramai, Pertamina masih menunggu arahan dari pemerintah.

PT Pertamina Patra Niaga membuka pendaftaran kendaraan dan identitasnya di Website MyPertamina per 1 Juli 2022
PT Pertamina Patra Niaga membuka pendaftaran kendaraan dan identitasnya di Website MyPertamina per 1 Juli 2022 (Pertamina)

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan kalau Pertamina masih menunggu arahan dari pemerintah.

"Sementara kami masih menunggu arahan dari Pemerintah, karena penentuan harga merupakan kewenangan dari regulator," ucap Irto kepada Kompas.com, Minggu (21/8/2022).

Irto masih belum mau mengatakan kapan kenaikan harga akan terjadi. Selain itu soal besarannya yang jadi Rp 10.000 per liter, Irto juga belum mau bicara banyak.

"Kita tunggu arahan Pemerintah saja," ucapnya.

Baca juga: Dikabarkan Bakal Naik, Berapa Harga Pertalite Jika Subsidi Dicabut Pemerintah?

Bisa dilihat, sejak awal Agustus Pertamina sudah menyesuaikan harga produk non subsidi selain Pertamax. Jadi yang terkena kenaikan harga seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

"Tercatat, harga rata-rata ICP per Juli di angka 106.73 USD/barel, masih lebih tinggi sekitar 24 persen dari harga ICP pada Januari 2022. Harga ICP ini memang sangat fluktuatif, namun harganya masih cukup tinggi," kata Irto kepada Kompas.com

Untuk Pertamax Turbo (RON 98), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 17.900. Lalu Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp 18.900, dan Dexlite (CN 51) menjadi 17.800 per liter. Harga ini berlaku mulai 3 Agustus 2022.

"BBM non subsidi naik bertahap menuju harga keekonomian. Tapi produknya tetap paling kompetitif," ucap Irto.(*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved