Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Pemerintah Wacanakan Vaksin Covid-19 Berbayar, Sekda DIY: Vaksin Sekarang Mumpung Gratis

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pertimbangkan vaksinasi Covid-19 berbayar untuk kelompok masyarakat non penerima bantuan iuran (PBI).

IST
Ilustrasi vaksin covid 19 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pertimbangkan vaksinasi Covid-19 berbayar untuk kelompok masyarakat non penerima bantuan iuran (PBI).

Kebijakan itu ditempuh usai tidak lagi dialokasikannya anggaran khusus Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2023 mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menuturkan, jika kebijakan itu diterapkan pihaknya khawatir jika minat masyarakat untuk menerima suntikan vaksin semakin rendah.

"Kalau kemudian berbayar maka ada masalah karena sementara ini yang tidak berbayar banyak yang tidak diminati kalau berbayar tentu jadi semakin sedikit orang akan vaksinasi," terang Aji, Minggu (21/8/2022).

Baca juga: Syarat Perjalanan Dalam Negeri Diperketat, Permintaan Vaksin Booster Meningkat

Oleh sebab itu Pemda DIY harus memikirkan strategi untuk mengerek minat masyarakat jika vaksinasi Covid-19 benar-benar akan dipatok tarif di tahun 2023.

Aji menjelaskan, Pemda DIY bisa saja memberikan insentif bagi mereka yang sudah divaksin.

Namun skema itu belum dikaji lebih lanjut termasuk insentif apa yang akan diberlakukan.

Sertifikat vaksin Covid-19 juga dapat dijadikan syarat untuk mengurus administrasi.

Dengan demikian masyarakat akan merasa bahwa vaksinasi Covid-19 wajib dijalani.

"Misalnya dengan insentif atau dengan pemaksaan. Misalnya orang tidak boleh melakukan perjalanan kalau belum vaksin seperti sekarang. Atau nanti ngurus KTP atau berkas lainnya harus sudah vaksin," terangnya.

Lebih jauh, Aji meminta masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan vaksinasi yang disediakan pemerintah mumpung masih gratis. 

Yakni dengan mendatangi sentra-sentra vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) seperti puskesmas dan RS yang tersebar di lima kabupaten/kota.

"Saya kira masyarakat perlu memanfaatkan mumpung vaksin kan gratis dan tersedia dengan sangat banyak. Maka ayo berbondong-bondong vaksin daripada besok harus bayar," imbaunya.

Saat ini, lanjut Aji, Pemda DIY masih berfokus mendorong masyarakat untuk melengkapi vaksinasinya termasuk vaksin booster satu untuk masyarakat umum dan booster kedua untuk sumber daya manusia kesehatan atau SDMK.

Baca juga: Pemda DIY Usulkan Guru dan Pelayan Publik Terima Vaksin Covid-19 Dosis Keempat

Saat ini capaian vaksinasi booster di DIY baru menyentuh 39,98 persen dengan 1,1 juta orang tervaksin. Pemda DIY pun menargetkan sebanyak 3,2 juta penduduknya menjalani vaksinasi booster.

Kemudian untuk vaksin dosis pertama dan kedua telah melampaui target yang ditetapkan dengan lebih dari 3,2 juta penduduk tervaksin.

"Capaian booster per wilayah adalah Kota Yogya 96 persen, Sleman 41 persen, Gunungkidul 33 persen, Bantul 26 persen, dan Kulon Progo 27 persen," kata Kepala Bagian Humas Biro UHP Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji.

Lebih lanjut, untuk capaian booster kedua atau dosis keempat sudah mencapai sekitar 61 persen dengan lebih dari 20,7 ribu SDMK menjalani vaksinasi.

Mereka yang menerima vaksin dosis keempat ini memang baru difokuskan untuk tenaga kesehatan dan pegawai administratif di fasyankes. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved