Berita Jogja Hari Ini

Sri Sultan HB X Jadi Orang Pertama di DIY yang Terima Uang Baru dari BI, Nomor Serinya pun Spesial

Orang pertama di DIY yang menerima uang pecahan baru adalah Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. 

Tribunjogja/ Christi Mahatma Wardhani
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menerima Token of Appreciation dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budiharto Setyawan, Sabtu (20/08/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia (BI) dan pemerintah baru saja meluncurkan uang baru tahun emisi 2022.

Ada tujuh pecahan uang kertas yang diluncurkan, mulai dari pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.0000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000 dan Rp100.000.

Orang pertama di DIY yang menerima uang pecahan baru adalah Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. 

"Namanya Token of Appreciation, ini adalah apreasiasi kami dari Bank Indonesia kepada kepala daerah, dalam hal ini di DIY adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X. Karena Ngarso Dalem kemarin 17 Agustus upacara di Jakarta, makanya kami tawari untuk bisa diserahkan hari ini, dan beliau berkenan,"kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budiharto Setyawan, Sabtu (20/08/2022).

Ia mengungkapkan sama seperti uang pada umumnya, Token of Appreciation tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai alat pembayaran.

Hanya saja, nomor seri yang tertera dalam uang tersebut spesial.

"Nomor serinya spesial, yaitu kode beliau, HBX (Hamengku Buwono X), kemudian tanggal lahir, bulan lahir dan tahun lahir beliau. Sama saja, tetap bisa digunakan untuk membayar, cuma sayang aja,"ungkapnya. 

Setelah menerima tujuh pecahan uang kertas baru tersebut, maka uang baru tersebut bisa beredar di DIY. 

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengungkapkan Token of Appreciation dari BI tersebut akan disimpan untuk koleksi. 

"Tidak akan digunakan, untuk koleksi. Kan memang setiap peluncuran selalu dapat (Token of Appreciation), seperti Jateng kemarin sudah. Karena Jumat saya nggak di Jogja, baru diserahkan sekarang. Kalau nggak diserahkan ke gubernur uang barunya nggak beredar. Makanya mestinya Senin yang barunya sudah beredar,"ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved