Berita Nasional

OTT Rektor Universitas Lampung Diduga Terkait Suap Penerimaan Mahasiswa Baru

Adapun kasus yang menjerat tujuh orang yang diamankan, termasuk Rektor Unila ini adalah dugaan suap penerimaan mahasiswa baru.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
edung Rektorat Universitas Lampung (Unila). Bandarlampung, Kamis, (30/6/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Tujuh orang diamankan dalam operasi tangkap tangan Rektor Universitas Lampung Karomani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (20/8/2022) dini hari.

OTT KPK terhadap Rektor Unila ini diduga terkait dengan suap penerimaan mahasiswa baru.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan tujuh orang yang diamankan tersebut terkait dengan laporan yang disampaikan oleh masyarakat.

Pihak KPK kemudian menindaklanjuti laporan tersebut hingga akhirnya melakukan operasi tangkap tangan.

Adapun kasus yang menjerat tujuh orang yang diamankan, termasuk Rektor Unila ini adalah dugaan suap penerimaan mahasiswa baru.

“(OTT) Terkait dugaan korupsi suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Universitas Negeri Lampung,” kata Ali dalam pesan tertulisnya seperti yang dikutip dari Kompas.com, Sabtu (20/8/2022).

Menutut Ali Fikri, penangkapan terhadap 7 orang terkait dengan dugaan suap penerimaan mahasiswa baru di Unila ini dilaksanakan di Lampung dan Bandung.

Pihak-pihak yang diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan di KPK.

“Tim KPK sejauh ini mengamankan sekitar 7 orang di Bandung dan Lampung,” ujar Ali.

Baca juga: KPK OTT Rektor Universitas Lampung

Sebelumnya, Rektor Unila Karomani terjaring OTT pada Sabtu dini hari tadi. Setelah ditangkap, mereka dibawa ke Gedung KPK guna menjalani penyelidikan.

Hingga saat ini KPK belum mengumumkan secara resmi jumlah suap yang diduga diterima Karomani.

“Saat ini tim KPK masih menggali keterangan dan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang ditangkap,” tutur Ali.

Sementara itu Juru bicara Rektor Unila Nanang Trenggono mengatakan, masih menunggu kepastian terkait kabar penangkapan itu.

"Kami masih tunggu keterangan resmi dari KPK," kata Nanang saat dihubungi.

Pun begitu dengan kasus yang menyebabkan Karomani ditangkap oleh lembaga antirusuah tersebut.

"Saya belum bisa membenarkan atau membantah, kita tunggu keterangan resmi, kita belum tahu kasus apa," kata Nanang. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved