Benarkah Harga Pertalite Bakal Naik Jadi Rp 10.000 per Liter? Begini Jawaban Pertamina

Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dikabarkan akan naik jadi Rp 10.000 per liter alias meningkat Rp 2.350.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
via setkab.go.id
Ilustrasi BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Pertamax 

Tribunjogja.com - Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dikabarkan akan naik jadi Rp 10.000 per liter alias meningkat Rp 2.350.

Saat ini harga Pertalite di SPBU adalah Rp 7.650 per liter.

Benarkah harga Pertalite bakal naik jadi Rp 10.000 per liter?

PT Pertamina Patra Niaga membuka pendaftaran kendaraan dan identitasnya di Website MyPertamina per 1 Juli 2022
PT Pertamina Patra Niaga membuka pendaftaran kendaraan dan identitasnya di Website MyPertamina per 1 Juli 2022 (Pertamina)

 

Ihwal ramai kabar Pertalite naik ini awalna disampaikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang menyebut harga BBM subsidi berpotensi naik.

Namun, dirinya tidak menyebut angka pasti kenaikannya menjadi berapa.

"Rasa-rasanya si untuk menahan terus dengan harga BBM seperti sekarang, feeling saya sih harus kita siap-siap, kalau katakanlah kenaikan BBM itu terjadi," kata Bahlil beberapa waktu lalu.

Baca juga: Daftar Harga Terkini BBM Jenis Pertalite dan Pertamax

Bahlil hanya menyebut, beban subsidi diproyeksikan membengkak hingga Rp600 triliun pada akhir 2022 karena lonjakan harga energi di global, tetapi negara memiliki keterbatasan fiskal di tengah harga rata-rata minyak mentah dunia yang mencapai 105 dollar AS per barrel.

Menyikapi kabar Pertalite akan naik menjadi Rp 10.000 per liter, pihak Pertamina tidak dapat berkomentar jauh dan mengungkap harga keekonomian Pertalite.

"Untuk harga BBM subsidi merupakan kewenangan dari pemerintah. Kami sebagai operator akan melaksanakan apa yang menjadi penugasan dari regulator," kata Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting kepada Tribunnews.

Namun, dirinya berharap revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) beserta petunjuk teknis pembelian BBM jenis Pertalite, dapat segera selesai agar implementasi pembatasan pembelian BBM bersubsidi dapat dilakukan.

Apalagi, Pertamina sejak awal Juli 2022 telah membuka pendaftaran untuk kendaraan roda empat atau mobil yang berhak membeli Pertalite melalui MyPertamina.

Dongkrak Inflasi

ilustrasi
ilustrasi (internet)

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi inflasi akan meningkat jika harga Pertalite naik Rp10.000 per liter.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved