kisah inspiratif

Adriana Chloe, Desainer Cilik Yang Manfaatkan Kain Perca Pada Karyanya di Jogja Fashion Week 

Jogja Fashion Week (JFW) kembali digelar. Ada 145 desainer dari berbagai daerah di Indonesia pada gelaran yang bertajuk Panca Kartika tersebut.

TRIBUNJOGJA.COM/ Christi Mahatma Wardhani
Adriana Chloe Pramono, desainer cilik yang memanfaatkan kain perca untuk 8 koleksi dalam Jogja Fashion Week di Kemala Ballroom, Sleman City Hall, Jumat (19/08/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jogja Fashion Week (JFW) kembali digelar. Ada 145 desainer dari berbagai daerah di Indonesia pada gelaran yang bertajuk Panca Kartika tersebut.

Para desainer tersebut akan memamerkan karyanya mulai 19-21 Agustus 2022di Kamala Ballroom, Sleman City Hall. 

Menariknya ada bocah kelas V SD turut berpartisipasi sebagai desainer dalam Jogja Fashion Week ke 16 tersebut.

Baca juga: Hasil Liga 1 Pekan 5: Kalah 0-1, PSS Sleman Tak Berhasil Balas Gol Cepat Persib Bandung

Ialah Adriana Chloe Pramono. Meski usianya baru 10 tahun, namun ia percaya diri menampilkan 8 karyanya. 

Ia mengungkapkan butuh waktu sekitar 1-2 bulan untuk merampungkan seluruh karyanya.

Meski baru satu tahun menjadi desainer, rupanya karya-karyanya sudah diperkenalkan ke berbagai daerah. 

"Seneng banget bisa tampil di Jogja Fashion Week. Persiapan sekitar 1-2 bulan, untuk koleksinya ada 8. Sebelum di Jogja Fashion Week, pernah ikut fashion show di Malang, Surabaya, Jakarta, Solo. Total mungkin ada sekitar 27 koleksi," ungkapnya, Jumat (19/08/2022).

Warga Pekalongan tersebut memang suka menggambar manusia.

Lama-kelamaan ia belajar mendesain secara autodidak, namun akhirnya mengikuti les untuk mengasah bakatnya.

Nama koleksi yang diusung dalam Jogja Fashion Week adalah Shabby Perch Denim.

Uniknya ia memanfaatkan kain perca dari para penjahit, dan memadukannya dengan denim untuk menampilkan kesan kasual. 

Baca juga: 4 Universitas di Jogja yang Memiliki Program Studi Matematika

Ia juga memberikan kesan cerah melalui renda-renda. 

"Jadi banyak sekali kain perca yang tidak terpakai di penjahit, kemudian saya terinspirasi untuk memanfaatkan kain perca tersebut. Ada kesan kasual dari denim, tetapi glowing juga dengan renda. Termasuk baju yang saya pakai juga desain sendiri. Koleksinya nggak hanya dipakai untuk anak, tetapi juga dewasa," tuturnya.

Adriana berharap karyanya bisa dikenakan oleh artis papan atas. Ia juga berharap karyanya bisa dipamerkan di kancah internasional. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved