Tiga Venue Latihan Piala AFF U-16 di DIY Diapresiasi Tim Peserta, Ini Sosok di Belakangnya

Supomo mengaku sangat bangga ketika lapangan yang dibuatnya mendapat apresiasi dari pelatih-pelatih negara lain yang mengikuti AFF U-16 di DIY.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Iwan Al Khasni
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Supomo Hariyadi, sosok di balik ciamiknya kualitas rumput tiga lapangan latihan Piala AFF U-16 2022. 

TRIBUNJOGJA.COM- Gebyar turnamen sepak bola Piala AFF U-16 memang telah berlalu, berakhir manis lantaran Tim Nasional Indonesia U-16 yang diarsiteki Bima Sakti tampil sebagai juara.

Bukan hanya prestasi, namun kesuksesan selama penyelenggaraan juga turut mendapatkan apresiasi dari ke-12 negara peserta.

Di antaranya ialah tiga lapangan latihan yakni Yogyakarta Independent School (YIS), Universitas Islam Indonesia (UII) dan Lapangan Pakembinangun, yang jadi buah bibir dari para pelatih berkat kualitas lapangannya yang mumpuni.

Menariknya, ada satu figur di balik terciptanya ketiga lapangan berkualitas tersebut yakni Supomo Hariyadi, sosok kontraktor yang memiliki basic mengkreasi lapangan golf. 

Supomo mengaku sangat bangga ketika lapangan yang dibuatnya mendapat apresiasi dari pelatih-pelatih negara lain yang mengikuti AFF U-16 di DIY.

"Kami sangat bangga atas apresiasi dari beberapa pelatih yang merasakan latihan di tiga lapangan, YIS, UII dan Pakembinangun. Kami selama ini berusaha membuat lapangan yang berkualitas dan ternyata mendapatkan respon positif," ungkap Supomo.

Dijelaskannya, dari tiga lapangan garapannya, YIS menjadi yang pertama. Ada dua lapangan di YIS yakni atas dan bawah, keduanya digunakan tim-tim untuk berlatih di sela turnamen 31 Juli hingga 12 Agustus lalu.

Menyusul kemudian UII dan Pakembinangun yang baru saja rampung sebulan sebelum gelaran AFF dimulai.

Tak berlebihan tampaknya menyebut bahwa Lapangan UII menjadi lapangan sepak bola terbaik dari seluruh kampus yang ada di DIY.

"Pakembinangun memang baru saja selesai, tapi kualitas rumputnya kami maksimalkan. Alhamdulillah mendapat respon baik juga. Saat ini Pakembinangun rutin digunakan oleh PSS untuk berlatih," kata Supomo.

"Yang paling akhir kami bangun yakni Lapangan Pakembinangun yang selesai pada 2022 ini, baru satu bulan sebelum AFF. Tiga lapangan itu menggunakan rumput Cynodon Dactylon tipe 419, saya kumpulkan yang sudah mutasi," sambungnya.

Supomo dan tim memiliki tempat pembibitan rumput sendiri di Harjobinangun Pakem. Perawatan lapangan dilakukan sesuai karakter rumput dengan peralatan sama dengan yang dipakai untuk memuliakan lapangan golf.

"Kami detail, ukuran ketinggian rumput pun harus diukur dan diperhatikan, tidak asal-asalan. Memang biayanya cukup mahal, tapi kami mencoba dan berharap lapangan bisa semaksimal mungkin sehingga pemain bola merasa nyaman," jelas dia.

Selain ketiga lapangan tersebut, Supomo ternyata sudah cukup banyak membangun lapangan sepakbola di DIY di antanya Lapangan Ahmad Zaini Godean, Lapangan Realino Sanata Dharma dan Maguwoharjo Football Park.

"Kami punya harapan dan impian untuk bisa menjadikan industri dan wisata sepakbola di Jogja. Tim liga atau penghobi bisa melakukan aktivitas sepakbola dengan lapangan berkualitas di Jogja," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved