Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Dinkop UKM DIY Jelaskan Kendala Pemanfaatan eks Hotel Mutiara Sebagai Ruang Ekonomi Kreatif

Pemanfaatan eks Hotel Mutiara di Jalan Malioboro sebagai pusat ekonomi kreatif dan UMKM kreatif masih terkendala penentuan desain ruangan.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja/Yuwantoro Winduajie
Hotel Mutiara di Kawasan Malioboro 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemanfaatan eks Hotel Mutiara di Jalan Malioboro sebagai pusat ekonomi kreatif dan UMKM kreatif masih terkendala beberapa hal.

Satu di antaranya mengenai penentuan desain ruangan yang nantinya dijadikan etalase pelaku ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Srie Nurkyatsiwi mengatakan, pemerintah saat ini masih berfokus pada penanganan Covid-19 .

Sehingga pemanfaatan eks Hotel Mutiara 1 lebih kepada pelayanan masyarakat dengan menjadikan tempat itu sebagai shelter pasien Covid-19 .

Baca juga: Kajian Pengembangan Hotel Mutiara Malioboro : Sisi Utara untuk Sentra UMKM, Selatan Tetap Hotel

"Yang Hotel Mutiara 2 kami optimalkan untuk menampilkan sebuah karya-karya, juga program UMKM," kata Siwi, Kamis (18/8/2022).

Hanya saja, dalam implementasinya pemerintah DIY masih belum menentukan langkah berikutnya.

Sijelaskan Siwi, sejak 2020 beberapa kegiatan terkait manajemen uji konstruksi bangunan sudah dlakukan. 

Kemusian di 2021 studi kelayakan juga sudah keluar termasuk desain ke depan seperti apa sudah disampaikan ke pimpinan.

"Studi kelayakan sudah keluar. DED juga sudah. Desain ke depan sudah kami paparkan juga ke pimpinan. Ke depan dimanfaatkan untuk ekonomi kretaif, dan UKM kreatif," terang dia.

Kendati demikian, pihaknya masih belum memulai aktivitas ekonomi di eks Hotel Mutiara sebagaimana direncanakan selama ini.

Baca juga: Direncanakan Dibangun Pada 2022, Hotel Mutiara Kota Yogyakarta Masih Dalam Perencanaan DED

"Masih nunggu gedungnya dulu. Gedung kan harus disesuaikan. Makanya DED itu bagian kamindesain depannya menjadi tempat representatif bukan jualan jalan saja, tetapi pengembangan ide," ujarnya.

Disisi lain, pihaknya juga masih terus memfilter pelaku UKM dan UMKM yang masuk kriteria untuk mengisi ruangan di eks Hotel Mutiara 2 itu.

Termasuk penamaan ulang eks Hotel Mutiara jika pengembangan ekonomi kreatif itu benar-benar terwujud.

"Re-branding atau penamaan ulang mestinya akan kami diskusikan. Logikanya akan ada branding bukan eks Hotel Mutiara," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved