HUT Kemerdekaan RI

Aksi Heroik Amri, Santri Bersarung di Klaten yang Panjat Tiang demi Merah Putih Tetap Berkibar

Aksi heroik dilakukan oleh seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Munawwir, Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan layar Instagram @almunawirrndlajo
Penampakan aksi heroik Syaiful Amri seorang santri yang panjat tiang bendera di Klaten, Rabu (17/8/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Aksi heroik dilakukan oleh seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Munawwir, Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Santri bernama Syaiful Amri (20) itu spontanitas memanjat tiang bendera yang terbuat dari bambu.

Aksi itu tersebut dilakukan agar bendera merah putih tetap berkibar pada upacara HUT Ke-77 Kemerdekaan RI yang dilakukan di lingkungan Ponpes tersebut Rabu (17/8/2022).

Baca juga: Polwan Gunungkidul Lakukan Bakti Religi dengan Membersihkan Sejumlah Rumah Ibadah

Ketua Ponpes Al Munawwir, Mu'arif Salam mengatakan jika aksi heroik yang ditunjukkan oleh Amri bermula pada Rabu pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat itu, ratusan santri, pengasuh dan warga sekitar melaksanakan upacara bendera di halaman pondok.

"Ketika pengibar bendera membentangkan bendera, tiba-tiba tali yang terpasang di puncak tiang bendera lepas," ujarnya saat dihubungi, Kamis (18/8/2022).

Kemudian, Amri yang saat itu berada di baris depan secara spontan mendekati tiang bendera dan mengambil tali yang terlepas dari tiang itu.

Meski saat itu masih mengenakan sarung, peci dan baju koko, Amri dengan cekatan memanjat tiang bendera dan memasangkan tali ke pengait yang ada di puncak tiang.

Adapun tiang bendera yang dipanjat oleh Amri terbuat dari bambu dan memiliki tinggi sekitar 15 meter.

"Dia masih pakai sarung, kalau santri kan ciri khasnya upacara pakai sarung, lalu tali diambil dan digigit sembari memanjat tiang, itu berlangsung cepat," ujarnya.

Tak butuh waktu lama, setelah berhasil memasangkan tali tersebut, lanjut Mu'arif pelaksanaan upacara bendera dalam rangka memperingati kemerdekaan RI tetap dilanjutkan.

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Pemkot Yogya Kukuhkan 80 Kader Demokrasi

Upacara bahkan berlangsung dengan khidmat setelah adanya peristiwa itu.

Ia mengatakan, pelaksanaan upacara di Pondok Pesantren itu sudah dua tahun tidak diikuti dengan kapasitas banyak orang.

Hal itu karena pandemi Covid-19 yang melanda Klaten.

"Alhamdulilah, setelah kejadian itu upacara tetap berjalan lancar dan khidmat," tandasnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved