Yayasan Omah Kreasi Centre Tawarkan Berbagai Aktivitas Bidang Sosial, Keagamaan hingga Kemanusiaan

Yayasan Omah Kreasi Centre yang digawanginya menawarkan berbagai aktivitas di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Khoirun Nisa, pendiri dan pembina Yayasan Omah Kreasi Centre 

TRIBUNJOGJA.COM - Hari IniRabu (17/8/2022), bangsa Indonesia merayakan HUT Kemerdekaannya yang ke-77 tahun.

Beragam persoalan dan tantangan bangsa pun telah menanti ke depan, terutama bagi para generasi muda untuk kian memajukan Indonesia.

Beberapa persoalan dan tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia di antaranya adalah menjaga keberagaman, toleransi hingga budaya yang merupakan bagian dari nilai-nilai Pancasila.

Khoirun Nisa, pendiri dan pembina Yayasan Omah Kreasi Centre, pun menilai identitas budaya bangsa Indonesia tercermin dalam setiap nilai dan butir pengalaman Pancasila.

Sayangnya, cerminan itu beberapa kali menjadi buram dengan serbuan hoaks, ujaran kebencian hingga intoleransi yang bermunculan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

“Tantangan identitas budaya menemukan realitas pahit yaitu hoaks, ujaran kebencian, dan intoleransi yang menyerang keberagaman kita, yaitu Bhineka Tunggal Ika,” papar Nisa.

Maka, diperlukan upaya bersama untuk menjaga dan memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam praktik keseharian yang betul-betul mengakar di tengah masyarakat.

Nisa pun mengamini tantangan generasi stoberi terhadap upaya aktualisasi dan internalisasi Pancasila dalam dunia digital.

“Kita tidak boleh lupa bahwa Indonesia Emas 2045 akan dibangun oleh generasi yang sekarang ini berkutat dengan gawai dan internet. Sementara itu, cap sebagai generasi unik namun rapuh juga dibarengi dengan identitas budaya yang tengah dihajar problem digital,” imbuh Nisa.

Yayasan Omah Kreasi Centre yang digawanginya, menawarkan berbagai aktivitas di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.

Yayasan yang baru seumur jagung ini diharapkan dapat membantu generasi muda dan masyarakat umum, khususnya di Yogyakarta, agar bersama-sama pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

“Saya ingin memulai dari Daerah Istimewa Yogyakarta karena di sinilah saya menemukan dan menjawab panggilan untuk membangun bangsa, tentu sesuai kemampuan dan kebutuhan kita,” kata Nisa.

Perempuan berdarah Sunda ini melihat masa depan generasi muda Indonesia dapat dioptimalkan.

“Saya tergerak untuk menyertai dan mendampingi karena saya melihat potensi generasi muda saat ini, setidaknya agar mimpi Indonesia Emas 2045 menjadi mimpi yang indah bagi kita bersama,” tandasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved