HUT Kemerdekaan RI

Pimpin Upacara HUT RI Bareng Kader Partai Ummat, Ini Doa Amien Rais untuk Presiden Jokowi

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais mendoakan Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar tetap langgeng sebagai orang nomor satu di Indonesia,

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, saat memimpin upacara bendera peringatan hari kemerdekaan RI, bersama ratusan kader Partai Ummat di Yogyakarta, Rabu (17/8/2022) pagi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais mendoakan Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar tetap langgeng sebagai orang nomor satu di Indonesia, sampai habis masa jabatannya, pada 2024 mendatang.

Harapan itu disampaikan Amien Rais, selepas memimpin agenda upacara bendera peringatan HUT Kemerdekaan RI, bersama ratusan kader Partai Ummat di Yogyakarta, Rabu (17/8/2022).

Menurutnya, hal tersebut demi kebaikan bangsa.

Baca juga: 3 Rekomendasi Pantai di Jogjakarta dengan Hamparan Pasir Putih

"Jadi, saya doakan Pak Jokowi bisa sampai akhir periodenya. Jangan sampai turun tengah jalan, kecuali memang Allah menghendaki. Tapi, itu bakal merepotkan," cetusnya.

Sebab, jika sampai seorang presiden harus lengser sebelum masa jabatannya habis, jelas terbuka kemungkinan muncul huru-hara yang berujung konflik horizontal antar anak bangsa.

Partai Ummat, katanya, tidak menghendaki itu.

"Partai Ummat tidak percaya dengan konsep revolusi yang memakai kekerasan, itu tidak ada. Tapi, kalau reformasi saja, juga terlalu lama. Maka, kami memakai revolution without bloodshed, revolution without violence," urainya.

"Ya, jadi, revolusi tanpa pertumpahan darah, revolusi tanpa kekerasan. Artinya, kita akan lakukan jihad konstitusional, jihad lewat demokrasi, itu bisa," tambah Amien Rais.

Baca juga: Peringati HUT ke-77 RI, Bupati Magelang Tekankan Pentingnya Semangat Persatuan

Ia pun tidak menampik, Partai Ummat sebagai pendatang baru memang mencanangkan untuk konsisten bukan cuma rebutan kursi.

Tetapi, juga mengambil bagian dari otoritas kekuasaan guna memprakarsai perbaikan nyata.

"Kalau di luar, kita sebagai oposisi, harus mengingatkan melawan kezaliman dengan keadilan. Kalau kita di dalam, tetap sama juga prinsipnya," pungkasnya. (aka)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved