Breaking News:

Covid 19

Syarat Perjalanan Dalam Negeri Diperketat, Permintaan Vaksin Booster Meningkat

Pengetatan aturan baru terkait syarat perjalanan dalam negeri oleh Satgas Covid-19, berdampak signifikan pada meningkatnya permintaan vaksin booster

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Salah seorang peserta vaksinasi booster massal yang digelar di SCH, Selasa (16/8/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pengetatan aturan baru terkait syarat perjalanan dalam negeri oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19, berdampak signifikan pada meningkatnya permintaan vaksin booster di Sleman, DI Yogyakarta.

Hal tersebut diungkapkan pelaksana Vaksinasi Binda DIY, Aryo Adipati, di sela pelaksanaan vaksinasi booster massal di Sleman City Hall (SCH), Selasa (16/8/2022).

"Di samping adanya lonjakan kasus positif Covid-19 yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat berbondong-bondong mengikuti vaksinasi lantaran mulai diterapkannya aturan mewajibkan pelaku perjalanan yang akan menggunakan pesawat dan kereta api diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan negatif tes PCR, bagi yang belum booster," ujar Aryo.

Sekadar informasi, aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 23 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19.

Edaran tersebut ditandatangani oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto.

“PPDN (usia 18 tahun ke atas) yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau vaksinasi dosis pertama, wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR,” ujar Suharyanto dalam keterangan tersebut sebagaimana dikutip dari laman Covid19.

Baca juga: Belum Booster, Naik Kereta Jarak Jauh Wajib Swab PCR 3 Hari Sebelum Keberangkatan 

Adapun hasil tes PCR untuk syarat perjalanan tersebut berlaku dalam kurun waktu 3x24 jam sebelum keberangkatan.

Sesuai dengan edaran ini maka PPDN usia 18 tahun ke atas yang akan menggunakan moda transportasi udara, laut, darat, kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan dan kereta api antar kota di seluruh Indonesia berlaku ketentuan baru ini mulai tanggal 11 Agustus 2022.

Sesuai ketentuan tersebut, bagi yang baru mendapat vaksin dosis pertama dan kedua maka wajib menunjukkan hasil tes PCR, namun bagi yang telah mendapatkan booster (vaksin ketiga) tak wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR maupun tes antigen.

Selain itu, Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang dengan kondisi kesehatan khusus atau komorbid yang menyebabkannya tak bisa menerima vaksinasi, dikecualikan dari syarat vaksinasi.

Akan tetapi, mereka wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil 3x24 jam sebelum berangkat.

Mereka juga wajib untuk melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan atau tidak mengikuti vaksinasi Covid-19.

Adapun sejauh ini, lanjut Aryo, capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster di Kabupaten Sleman, DIY masih di bawah 50 persen.

BINDA DIY menargetkan, hingga akhir tahun 2022 ini capaian vaksinasi di Sleman mencapai 70 persen.

"Capaian vaksinasi untuk dosis pertama (di Sleman) itu kan sudah 100 persen, dosis kedua 99 persen. Nah dosis ketiga atau booster ini kita berharap bisa mencapai 70 persen pada akhir tahun 2022," pungkasnya. (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved