HUT Kemerdekaan RI

Presiden Jokowi Tak Singgung Kenaikan BBM saat Pidato di Sidang Tahunan MPR, Malah Sebut Ini

Presiden Joko Widodo justru tidak menyinggung kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-77 RI

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Muhammad Fatoni
DOK.AGUS SUPARTO
PRESIDEN Jokowi Tak Singgung Kenaikan BBM saat Pidato di Sidang Tahunan MPR, Malah Sebut Ini 

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Joko Widodo justru tidak menyinggung kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang disiarkan langsung pada Selasa, 16 Agustus 2022.

Pidato tersebut Presiden Jokowi sampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, serta Sidang Paripurna DPR RI tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2023.

Sebelum membicarakan tentang BBM, ia menyebut terkait inflasi di Indonesia yang berhasil dikendalikan di kisaran 4,9 persen.

“Angka ini jauh di bawah rata-rata inflasi ASEAN yang berada di sekitar 7 persen. Jauh di bawah inflasi negara-negara maju yang berada di sekitar 9 persen,” katanya, Selasa (16/8/2022).

Bahkan, kata dia, sampai pertengahan tahun 2022 ini, APBN juga surplus Rp 106 triliun.

“Oleh karena itu, pemerintah mampu memberikan subsidi BBM, subsidi LPG, dan subsidi listrik, sebesar Rp 502 triliun di tahun 2022 ini, agar harga BBM di masyarakat tidak melambung tinggi,” tuturnya.

Setelah membicarakan subsidi BBM, Jokowi lantas menceritakan ekonomi di Indonesia yang berhasil tumbuh positif di 5,44 persen pada kuartal II tahun 2022.

Neraca perdagangan juga surplus selama 27 bulan berturut-turut, dan di semester I tahun 2022 ini surplusnya sekitar Rp 364 triliun.

Beberapa waktu belakangan, Presiden Jokowi selalu menyinggung soal beratnya beban subsidi pemerintah di APBN.

Baca juga: ISI PIDATO Lengkap Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR 2022, Sebut BBM dan IKN

Pertama, pada 11 Juni 2022, Presiden Jokowi mengatakan tingginya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk subsidi BBM dalam acara silaturahmi dengan Relawan Tim 7 di E-Convention Ancol.

Meski berat, pemerintah perlu memberi subsidi karena rakyat belum pulih dari dampak pandemi.

"Tetapi memang yang berat itu APBN. APBN menjadi berat karena subsidinya sekarang untuk BBM, Pertalite, solar, LPG, subsidinya menjadi Rp 502 triliun, gede sekali. Nggak ada negara yang seberani kita melakukan ini subsidi segede ini," katanya, Sabtu (11/6/2022).

Kedua, Presiden Jokowi mengakui beratnya dana yang dikeluarkan untuk subsidi sektor energi pada saat Rapat Kerja PDI Perjuangan pada 21 Juni 2022.

Saat itu, Presiden Jokowi menyebut bahwa jumlah subsidi energi yang besar itu bisa membangun satu Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Baca juga: Inilah Baju Adat Pesanan Istana yang Akan Dipakai Presiden Jokowi saat Upacara Kemerdekaan ke-77 RI

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved