Breaking News:

DP3 Sleman Ingatkan Petani Untuk Bijaksana Menggunakan Pupuk Subsidi 

Pemerintah Indonesia, telah memerintahkan setiap departemen pemerintah di berbagai wilayah dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Rukmana
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Petanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Siti Rochaya Dwi Mulyani (kiri) dan Sub Koordinasi Substansi Bina Produksi Tanaman Pangan Sleman, Sumarno (kanan). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Indonesia, telah memerintahkan setiap departemen pemerintah di berbagai wilayah dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

"Jadi, penggunaan pupuk subsidi yang diberikan hanya dua jenis yaitu pupuk urea dan NPK. Kemudian, penggunanya berupa sembilan komoditas," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Petanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Siti Rochaya Dwi Mulyani, kepada wartawan di Padukuhan Ngampon, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (16/8/2022).

Baca juga: Masyarakat Antusias Saksikan Independence Day Military Expo 2022 di JCM

Sedangkan, apabila para petani ingin menggunakan pupuk selain subsidi, secara otomatis harus membeli non subsidi yang harganya mahal.

Di sisi lain, penggunaan pupuk organik sangat membantu kondisi kesuburan lahan, khususnya di Kabupaten Sleman.

Sebab, kondisi kesuburan lahan di wilayahnya pada saat ini masih rendah.

"Dengan adanya penggunaan pupuk organik itu memang tidak serta merta meningkatkan produktifitas tanaman, tetapi akan bertahap. Paling cepat satu tahun itu rilis tiga musim tanam (MT). Walau MT 1 dan 2 tidak seperti yang diharapkan, tetapi nanti pada MT 3 produktifitas tanamannya akan meningkat," lanjutnya. 

DP3 Kabupaten Sleman juga turut memberikan pendampingan produktifitas petani dengan unit pengolah pupuk organik (UPPO) senilai Rp200 juta yang diberikan kepada dua kelompok pada setiap tahun.

"Tapi, untuk tahun besok kami berikan kepada tiga kelompok," ujarnya. 

Dengan demikian, pihaknya mengimbau kepada para petani di Kabupaten Sleman untuk dapat bijaksana menggunakan pupuk subsidi tersebut. 

Baca juga: Rangkap Jabatan di Persiba Bantul, Ugik Sugiyanto Ingin Tularkan Pengalaman ke Pemain Muda

Sub Koordinasi Substansi Bina Produksi Tanaman Pangan Sleman, Sumarno, mengatakan, dengan dua fasilitas pupuk organik itu diharapkan bisa menambah bahan organik tanah.

"Karena selama ini, bahan organik tanah di Sleman itu sudah rendah. Tanpa ada pengembalian bahan organik itu akan susah untuk mencapai produktifitas tanaman," terangnya. 

Maka dari itu, penambahan bahan berupa pupuk organik menjadi penting untuk menentukan produktifitas tanaman. (Nei)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved