Berita Jogja Hari Ini

Meski Sebaran Kasus Covid-19 di Kota Yogya Konsisen Tinggi, Tingkat Hunian RS Rujukan Tetap Rendah

Meski grafik peningkatan kasus cukup tinggi, mayoritas pasien tidak menunjukkan gejala serius, atau orang tanpa gejala (OTG).

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
who.int
Berita Update Corona di Daerah Istimewa Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta dalam kurun satu pekan terakhir menunjukkan grafik tinggi.

Hanya saja, lantaran fatalitas yang cenderung rendah, tingkat hunian rumah sakit pun sangat minim.

Tercatat, sepanjang 9-15 Agustus 2022 muncul tambahan 176 pasien Covid-19 di Kota Yogyakarta.

Tetapi, sesuai data tersebut, tak ada pasien yang dinyatakan meninggal dunia. Sementara, kasus aktif kini berada di angka 184 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, menuturkan meski grafik peningkatan kasus cukup tinggi, mayoritas pasien tidak menunjukkan gejala serius, atau orang tanpa gejala (OTG).

Sehingga, mereka merasa tidak membutuhkan perawatan secara khusus.

"Ya, BOR (bed occupancy rate) rumah sakit rujukan masih terbilang rendah sekarang, di kisaran 10 persen saja meski ada peningkatan kasus," ungkapnya, Senin (15/8/22).

Lebih lanjut, Emma menyampaikan, secara keseluruhan,  zonasi risiko penyebaran Covid-19 di Kota Yogyakarta pun masih landai.

Tercatat, sebagian besar kalurahan saat ini menyandang status zona kuning, atau risiko rendah.

Bahkan, di antara total 45 kalurahan, ada 2 wilayah yang berstatus zona hijau.

Meliputi, Kalurahan Panembahan dan Keparakan yang sama sekali tidak terpengaruh lonjakan kasus Covid-19 yang melanda mayoritas Kota Pelajar.

"Meski demikian, kami tetap meminta rumah sakit, agar menyediakan tempat, untuk penanganan pasien Covid-19. Apalagi, saat ini ada kenaikan kasus aktif," cetusnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Yogyakarta, Ariyudi Yunita, mengatakan tingkat keterisian ruang untuk pasien Covid-19 memang cenderung rendah, di tengah lonjakan kasus. Baik itu sektor kritikal, maupun non kritikal.

"Saat ini, hanya ada tiga pasien yang dirawat di non kritikal. Sebelumnya, memang ada ya, satu pasien yang dirawat di kritikal, tapi kondisinya terus membaik," tandasnya.

"Sekarang, rata-rata pasien yang masuk dan dirawat dalam kondisi yang cukup baik. Makanya, hampir tidak ada kasus pasien yang meninggal dunia," lanjut Yunita. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved