Breaking News:

Berita Klaten Hari Ini

Puluhan Warga Disabilitas Ikuti Pelatihan Literasi Digital di BLK Klaten

Kegiatan pelatihan literasi digital bagi warga disabilitas di Klaten ini untuk membekali terkait bijak bermedia sosial.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Puluhan warga disabilitas saat mengikuti pelatihan literasi digital di Balai Latihan Kerja Klaten, Sabtu (13/8/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Puluhan warga disabilitas dari berbagai wilayah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengikuti pelatihan literasi digital di Balai Latihan Kerja Klaten

Ketua Panitia kegiatan, Toha, mengatakan kegiatan pelatihan literasi digital bagi warga disabilitas ini untuk membekali terkait bijak bermedia sosial.

Tidak hanya itu kata dia, warga disabilitas yang didampingi juga bisa dibantu kaitannya mendukung usaha yang mereka rintis.

"Teman-teman disabilitas itu sesungguhnya ingin mandiri. Hanya mereka sering terbentur soal promosi dan publikasi. Kami berharap pemerintah bisa membantu, salah satunya dari Diskominfo Klaten" ungkapnya di sela-sela kegiatan, Sabtu (13/8/2022).

Ia mengatakan, peserta yang hadir dari berbagai wilayah di Klaten. Ada yang dari Kecamatan Juwiring, Trucuk, Kemalang, Wedi dan Kota Klaten.

"Mulai dari tuna netra, tuna rungu, tuna wicara dan tuna grahita. Dari kelompok imut dari yang remaja sampai yang sudah keluarga. Yang mereka butuhkan adalah pemerintah memberikan peluang dan kesempatan" tambahnya.

Menurutnya kegiatan itu terselenggara berkat kerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Seorang peserta, Purnomo (35) warga Deles, Kemalang, Klaten mengaku hampir dua tahun menganggur akibat covid. Usahanya melamar pekerjaan belum ada kepastian.

"Saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk beberapa perusahaan. Tapi hasilnya masih nihil. Saya berharap pemerintah bisa membantunya bisa bekerja kembali" kata Tuna Grahita itu.

Sub Koordinator, Layanan Informasi dan Statistik Diskominfo Klaten, Joko Priyono yang bertindak sebagai narasumber pada kegiatan itu menjelaskan kegiatan literasi digital itu menekankan pada beberapa hal.

Seperti, agar masyarakat cerdas merumuskan, memanfaatkan dan mengakses informasi, punya konsep diri yang kuat dan tahu pasti tujuan bermedia sosial.

"Teknologi saat ini dalam genggaman. Maka hati -hati menggunakan jari jempol. Pastikan saat bermedia sosial itu punya tujuan yang jelas," katanya.

Misalnya cari informasi, jual beli, bersilaturahmi atau berdakwah. Hal itu prinsip. Jadi konten yang tidak berguna akan dihindari.

Terkait upaya program yang bisa dilakukan Diskominfo dalam pendampingan usaha warga disabilitas, pria lulusan Ilmu Komunikasi Fisip UNS Surakarta mengatakan kalau pemerintah punya website, radio dan medsos yang sudah terverifikasi.

"Pemerintah mempunyai media yang bisa terpercaya. Berita pemberdayaan, tema potensi masyarakat itu sangat menarik. Terkait dengan peluang usaha, saya kira solusinya bisa dilakukan lintas instansi. Kepedulian pemerintah itu bisa dilakukan bersama," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved