Berita Klaten Hari Ini

Biaya Seleksi Perangkat Desa Membengkak, Pemkab Klaten Sebut Desa Bisa Geser Anggaran

Biaya seleksi perangkat desa serentak tahun 2022 di Kabupaten Klaten , Jawa Tengah, membengkak akibat tingginya animo masyarakat.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Pj Sekda Klaten, Jajang Prihono 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Biaya seleksi perangkat desa serentak tahun 2022 di Kabupaten Klaten , Jawa Tengah, membengkak akibat tingginya animo masyarakat.

Pemerintah Desa (Pemdes) yang melaksanakan seleksi perangkat desa pun dibuat pusing karena naiknya anggaran yang dibutuhkan.

Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten , Jajang Prihono mengatakan jika pemerintah desa bisa menggeser anggaran di desa untuk menambah kebutuhan biaya seleksi perangkat desa itu.

"Kalau tidak cukup biayanya, jika dimungkinkan desa masih bisa melakukan pergeseran anggaran, desa itu punya biayanya," ujarnya pada Tribunjogja.com , Jumat (12/8/2022).

Baca juga: Ini Tiga Nama Pejabat Eselon II yang Dinyatakan Lolos Seleksi Kandidat Sekda Klaten

Menurut Jajang, desa memiliki sekitar 7 sumber potensi yang mana anggarannya dalam APBDes bisa digeser untuk kebutuhan biaya seleksi perangkat desa tersebut.

"Kalau intervensi dari APBD Klaten, itu belum prioritas saat ini karena kami harus lihat kekurangannya dulu, tapi sebenarnya kekurangannya ada di desa," tambahnya.

Disamping itu, ia mengatakan sebanyak 24 desa yang dijabat oleh Pj Kepala Desa tidak mengikuti tahapan seleksi perangkat desa karena tidak dipimpin oleh kepala desa yang definitif.

Adapun untuk Desa Kurung yang kepala desanya meninggal dunia, tetap melanjutkan tahapan seleksi karena tahapan seleksi telah dimulai dan saat proses pelaksanaan kepala desa meninggal dunia.

"Kalau Desa Kurung karena prosesnya sudah jalan dan dalam perjalanannya kepala desa meninggal dunia makan tahapan tetap jalan karena ini struktur TP3D sudah terbentuk dan lainnya," urai dia.

Baca juga: Tahapan Seleksi Perangkat Desa Kurung Klaten Dipastikan Tetap Berlanjut

Terpisah, Ketua DPRD Klaten , Hamenang Wajar Ismoyo mengaku kaget karena tingginya animo masyarakat untuk mendaftar seleksi perangkat desa.

"Bupati kemarin sempat jagongan kalau memungkinkan ada bantuan APBD tapi komunikasi dengan legislatif belum ada," ujar dia.

Menurut Politisi PDI Perjuangan itu, saat ini DPRD Klaten sifatnya hanya bisa menunggu karena pengisian perangkat desa ranahnya eksekutif.

Namun, apabila ada diusulkan untuk membantu biaya seleksi perangkat desa dengan APBD Klaten , DPRD mungkin saja bisa menyetujui.

"Sepanjang ada usulan dan tidak menabrak aturan tentu kami menyetujui karena itu (bantuan) urgen dan dibutuhkan," tukasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved