Polisi Tembak Polisi

Update Kasus Brigadir J: Saat-saat Genting Bharada E Telepon Keluarga Minta Cepat-cepat Ganti Nomor

Bharada E menelepon keluarganya agar semua secepatnya mengganti nomor ponsel: Ternyata setelah saya tahu begini, saya buru-buru telepon supaya ganti

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Tribunnews.com Irwan Rismawan/ISTIMEWA
Bharada E (kiri) dan Brigadir J (kanan). Foto ilustrasi: Bharada E ditetapkan sebagai tersangka kematian Brigadir J 

TRIBUNJOGJA.COM - Kecemasan menyelimuti Bharada E sesaat setelah ia menembak Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Kala itu, Bharada E menelepon keluarganya agar semua secepatnya mengganti nomor ponsel.

Hal itu diceritakan Bharada E kepada pengacaranya, Deolipa Yumara. Bharada E atau Richard Eliezer seperti diketahui telah menembak mati Brigadir J, diduga atas perintah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Bharada E (kanan) dalam kasus kematian Brigadir J di Rumah Irjen Ferdy Sambo
Bharada E (kanan) dalam kasus kematian Brigadir J di Rumah Irjen Ferdy Sambo (Tribunnews/ Abdi Ryanda Shakti/Irwan Rismawan)

Deolipa Yumara mengatakan kliennya itu meminta agar keluarganya menghilangkan diri setelah pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Deolipa awalnya membeberkan bahwa keluarga Bharada E yang ada di Manado sempat dipanggil ke Depok, Jawa Barat.

"Karena apa? Nanti ada orangnya dari dia punya pimpinan akan mendatangi mereka untuk melakukan pengawalan. Pimpinannya dia, ya Pak Ferdy Sambo," ujar Deolipa dalam program Tribun Corner seperti disiarkan YouTube Tribunnews, Kamis (11/8/2022).

Deolipa menyampaikan, keluarga Bharada E akan dikawal oleh personel bantuan Ferdy Sambo selaku atasannya.

Namun, tiba-tiba, Bharada E meminta agar seluruh keluarganya mengganti nomor ponsel.

"Saya tanya, 'Keluarga di mana?', (Bharada E jawab), 'Keluarga tadinya saya taruh di ini karena nanti ada bantuan pengawalan dari bos saya. Ternyata setelah saya tahu begini, saya buru-buru telepon supaya ganti nomor semua'," tutur dia.

Deolipa mengatakan, Bharada E sendiri yang meminta agar keluarganya menghilangkan diri.

Menurut dia, Bharada E khawatir akan ada sesuatu yang terjadi kepada keluarganya.

"Akhirnya keluarganya sudah tidak ada kabar lagi. Mungkin sudah pulang lagi ke Manado," kata Deolipa.

Menurut Deolipa, nomor HP keluarga Bharada E sudah diganti.

Adapun Bharada E menjadi tersangka bersama Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf yang merupakan ART di rumah Sambo.

Bharada E diduga menembak Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo.

(*/)

Artikel tayang di https://nasional.kompas.com/read/2022/08/11/pengacara-bharada-e-minta-keluarganya-menghilangkan-diri

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved