Berita Pendidikan Hari Ini

Penguatan Fungsi Penyuluhan Pertanian, Fakultas Pertanian UGM Gelar Deklarasi Bulaksumur

Deklarasi ini menjadi sarana untuk menyuarakan dukungan dan dorongan terhadap percepatan implementasi Perpres No. 35 tahun 2022.

istimewa
Pembacaan 'Deklarasi Bulaksumur' oleh Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada bertempat di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro Fakultas Pertanian UGM, Kamis (11/8/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM - Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM , kembali mengadakan kegiatan seminar nasional yang bertemakan "Penguatan Sumber Daya Manusia dan Sosial Ekonomi Menuju Pertanian yang Efisien, Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan" bertempat di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro Fakultas Pertanian UGM , Kamis (11/8/2022).

Tema tersebut dipilih sejalan dengan kondisi dinamika perkembangan sumber daya manusia (SDM) sektor pertanian di Indonesia yang dari tahun ke tahun selalu mengalami problematika sama.

Fakta di lapangan memperlihatkan bahwa peran sektor pertanian yang diharapkan berkontribusi besar terhadap peningkatan sasaran makro pembangunan ternyata tidak diimbangi dengan kapasitas SDM yang mumpuni.

Seminar nasional ini menjadi semakin spesial dengan adanya agenda 'Deklarasi Bulaksumur', bertujuan sebagai penguatan fungsi strategis penyuluhan yang merupakan respons terhadap lahirnya Perpres No. 35 tahun 2022 tentang Penguatan Fungsi Penyuluhan Pertanian.

Baca juga: Jaka Widada Buka Rangkaian Dies Pertanian UGM ke-76

Deklarasi ini menjadi sarana untuk menyuarakan dukungan dan dorongan terhadap percepatan implementasi Perpres No. 35 tahun 2022 agar efektif, tepat sasaran, dan berhasil meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan petani serta mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Stakeholder yang turut berkontribusi dalam penyusunan dan penandatangan deklarasi ini antara lain berasal dari akademisi, penyuluh, pejabat dinas, hingga milenial.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang hadir sebagai keynote speaker dalam seminar nasional tersebut mengapresiasi inisiatif UGM dalam memaksimalkan peran penyuluhan di sektor pertanian.

Menurut Dedi, peran penyuluh sangat besar untuk mendongkrak produktivitas pertanian dalam negeri, terlebih dengan adanya isu krisis pangan global.

"Sekira 70 persen petani kita hanya tamatan SD bahkan tidak sekolah. 1,9 persen saja yang lulus kuliah. Berarti petani kita didominasi petani kolonial dengan tingkat pendidikan rendah. Inilah mengapa peran penyuluh menjadi sangat penting, harus mampu mentransfer teknologi, menjadi inovator dan inspirasi bagi petani. Deklarasi ini kami sambut gembira, kita semua tahu UGM center of excellence pendidikan kita. Ini kabar gembira penyuluh di pelosok tanah air bahwa ada niat luar biasa untuk memperkuat penyuluhan karena produktivitas ditentukan oleh kualitas penyuluh petani kita," kata Dedi.

Dedi menambahkan, saat ini pemerintah tengah menggenjot lagi penyuluhan pertanian di seluruh Indonesia.

Baca juga: Fakultas Pertanian UGM Gelar International Summer Course

Dengan adanya deklarasi dukungan pertama yang muncul dari Bulaksumur, diharapkan dapat memacu seluruh daerah di Indonesia.

"Kami meyakini dengan masifnya penyuluhan pertanian ini, 10 tahun lagi kita bisa meningkatkan produktivitas dari 5,2 ton per hektar saat ini jadi 6 ton. Dalam kondisi krisis pangan global, mempengaruhi dunia, harapannya ini bisa membawa negara kita survive, karena saat ini pun sebenarnya kita tidak terdampak," tandasnya.

Dalam sejumlah kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan seluruh pihak termasuk pemerintah harus bekerjasama menghadapi ancaman krisis pangan. Pertanian modern menurut Syahrul harus diperkuat termasuk langkah extraordinary harus dilakukan.

"Smart farming, pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things, robot construction, dan artificial intelligence. Penyuluh adalah kopasus-nya pertanian, menjadi tonggak utama pembangunan pertanian melalui KOSTRATANI di seluruh Indonesia. Penyuluh adalah ujung tombak dari seluruh kebijakan dan arah pertanian sekaligus orang terdepan yang membangun informasi juga menerapkan kebijakan dan melakukan langkah monitoring," kata Syahrul. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved