Berita Pendidikan

Financial Therapy : Ketika Financial Planning Saja Tidak Cukup

Ada beberapa kendala yang bisa mengganggu proses perencanaan keuangan, di antaranya termasuk dalam kategori gangguan kesehatan mental finansial.

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Dosen Universitas Sanata Dharma Ilsa Haruti Suryandari, CFP, AEPP 

Gangguan Kesehatan mental finansial dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu financial disorder dan money script

Financial (Money) disorder atau penyimpangan finansial didefinisikan sebagai sebuah pola merusak diri dengan perilaku keuangan  yang dapat diprediksi, kuat dan kaku sehingga mengakibatkan tekanan emosional, kecemasan, dan gangguan lainnya pada berbagai area utama dalam kehidupan seseorang (Klontz & Klontz, 2009).

Canale, Archuleta, & Klontz (2015) membagi financial disorder menjadi beberapa kategori yaitu Compulsive Buying Disorder (perilaku belanja kompulsif), Gambling Disorder (kecanduan judi), Workaholism (gila kerja), Hoarding Disorder (penimbun barang), Financial Denial (menyepelekan masakah keuangan), Financial Enabling (tidak mampu menolak), Financial Dependence (ketergantungan finansial), Financial Enmeshment (manipulasi finansial orang tua pada anak-anak), dan Financial Infidelity (ketidakjujuran finansial). 

Sementara itu, Lawson, Klontz, & Britt (2015) menyebutkan bahwa money script adalah sebuah keyakinan atau asumsi tentang uang yang pada umumnya hanya memiliki sebagian kebenaran.

Keyakinan ini seringkali dikembangkan di masa kanak-kanak dan secara tidak sadar menjadi keyakinan pada saat seseorang menginjak masa dewasa. 

Pertama adalah tipe money avoidance yang umum terjadi pada sebagian besar orang yang seringkali berkaitan dengan adat istiadat, ketika seseorang menghindari pembicaraan maupun urusan dengan uang sekaligus menolah mengambil tanggung jawab terhadap kesehatan finansial.

Money worship dan money status merupakan money script yang hampir sama yaitu melihat status dari sisi uang.

Pada money vigilance orang cenderung terlalu memikirkan soal keuangan secara berlebihan.

Financial Therapy sebagai Solusi

Kedua gangguan finansial tersebut tidak dapat diatasi hanya dengan perencanaan keuangan maupun dengan pendidikan dan pelatihan. 

Masalah gangguan kesehatan mental memerlukan sentuhan psikologis. Akan tetapi terapi psikolog saja tidak cukup untuk membedah gangguan tentang masalah keuangan.

Oleh sebab itu muncul sebuah bidang baru yang disebut sebagai financial therapy.

Britt, Klontz, dan Archuleta (2015) menjelaskan bahwa financial therapy berada pada ranah evaluasi dan perawatan aspek-aspek yang terkait dengan kesehatan keuangan dalam ranah kognitif, emosional, perilaku, relasional, dan ekonomi.

Proses dalam financial therapy ini memerlukan seorang ahli yang memiliki kemampuan dalam bidang terapi psikologis dan sekaligus pengetahuan tentang keuangan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved