Berita Pendidikan

Financial Therapy : Ketika Financial Planning Saja Tidak Cukup

Ada beberapa kendala yang bisa mengganggu proses perencanaan keuangan, di antaranya termasuk dalam kategori gangguan kesehatan mental finansial.

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Dosen Universitas Sanata Dharma Ilsa Haruti Suryandari, CFP, AEPP 

*Oleh: Ilsa Haruti Suryandari, CFP, AEPP, Pengajar Universitas Sanata Dharma

Berbagai berita tentang orang-orang terkenal yang tadinya bergelimang harta dan kemudian jatuh miskin sering muncul di media massa khususnya di media masa elektronik.

Hal ini terjadi tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia internasional.

Sebut saja Stephen Chow dan Nicholas Cage, dua selebriti dari luar negeri yang dikabarkan bangkrut dan terlilit hutang besar (www.cnnindonesia.com/hiburan/20201015160349-234-558847/stephen-chow-dan-deret-seleb-tajir-yang-bangkrut).

Maupun komedian nasional yang terkenal Kadir dan Doyok yang juga jatuh miskin. (https://jateng.liputan6.com/read/5014329/fakta-memilukan-kadir-dan-doyok-dari-pelawak-termahal-jatuh-miskin-lalu-jual-rumah).

Mereka adalah orang-orang yang tadinya bergelimang harta dan hidup mewah. 

Paparan dalam paragraf sebelumnya menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan menjadi sebuah ketrampilan yang penting dalam sebuah rumah tangga.

Terlebih di masa pandemi yang penuh ketidakpastian dan banyak bisnis yang mengalami kebangkrutan.

Hal ini menunjukkan bahwa perlu perencanaan keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan sendiri melalui websitenya https://sikapiuangmu.ojk.go.id/ juga berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya financial planning atau perencanaan keuangan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved