Eko Suwanto Ajak Masyarakat Kawal Pembahasan Anggaran KUA PPAS 2023 dan APBD Perubahan

Komisi A DPRD DIY mengajak rakyat untuk aktif mengawasi dan mengawal pembahasan anggaran dalam penyusunan KUA PPAS untuk tahun 2023

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komisi A DPRD DIY mengajak masyarakat aktif mengawasi dan mengawal pembahasan anggaran dalam penyusunan KUA PPAS untuk tahun 2023 dan perubahan APBD 2022.

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto mengatakan proses pembahasan anggaran Pemda DIY akan dilaksanakan pekan depan.

Untuk itu pihaknya mengajak agar masyarakat ikut aktif dalam melaksanakan pengawasan dan pengawalan pembahasan KUA PPAS untuk tahun 2023 dan perubahan APBD 2022.

"Pembahasan untuk kebijakan umum anggaran 2023, Ada perubahan PPAS 2022 mulai Senin depan. Komisi A DPRD DIY ajak rakyat aktif untuk turut mengawasi prosesnya," kata Eko Suwanto, Rabu (10/8/2022)

Eko menjelaskan, dari penelitian Komisi A DPRD DIY bersama ahli dari perguruan tinggi selama dua tahun terakhir, ada lima pokok masalah yang perlu mendapatkan perhatian

"Hasil penelitian bersama akademisi ada lima pokok masalah, berkait dampak naiknya kasus positif Covid-19 perlunya peningkatan sarana dan prasarana akses layanan kesehatan, percepatan valsin booster juga sarana prasarana. Dampak pandemi akibatkan angka pengangguran naik signifikan dua tahun terakhir," jelas Eko Suwanto.

Baca juga: Kades Meninggal Dunia, Seleksi Perangkat Desa Serentak di Satu Desa di Klaten Dikaji Ulang

Menurut Eko, sejumlah kebijakan untuk menangangi masalah pengangguran sudah dilaksanakan oleh Pemda DIY.

Mulai dari pelatihan dan hibah kepada masyarakat, pelatihan desain grafis, memasak, menjahit.

Kemudian menurut Eko, alokasi dana APBD dan dana Keistimewaan diharapkan bisa lebih fokus dalam mengatasi masalah rakyat seperti kemiskinan, ketimpangan, stabilisasi harga kebutuhan pokok dan penciptaan lebih banyak lapangan kerja.

"Ada masalah kemiskinan jadi persoalan DIY, ketimpangan masih di atas angka 4 butuh kerja keras mengatasinya. Selain itu harga bahan pokok alami kenaikan dengan daya beli turun harga sulit terjangkau," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved