Berita Internasional

Pakar Pertahanan Rusia Sebut 100.000 Tentara Korea Utara Siap Bantu Kremlin

Tak hanya tentara, Korea Utara juga siap untuk mengirimkan pekerja bangunan guna membangun kembali wilayah yang rusak akibat perang.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Ed JONES / AFP
Dalam file ini foto diambil pada 9 September 2018, tank Tentara Rakyat Korea (KPA) ikut serta dalam parade militer di lapangan Kim Il Sung di Pyongyang. Tentara Korea Utara "sepenuhnya siap" untuk mengambil tindakan terhadap Korsel, kata media pemerintah pada 16 Juni 2020 dalam keributan verbal terbaru dari Pyongyang, beberapa hari setelah saudara perempuan pemimpinnya mengancam gerakan militer terhadap Seoul. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKWARusia mengklaim mendapatkan tawaran bantuan militer dari Korea Utara untuk meningkatkan invasi ke Ukraina.

Setidaknya 100.000 tentara Korea Utara siap diperbantukan untuk perang melawan Ukraina.

Tak hanya tentara, Korea Utara juga siap untuk mengirimkan pekerja bangunan guna membangun kembali wilayah yang rusak akibat perang.

Hal itu disampaikan oleh pakar pertahanan Rusia Rusia Igor Korotchenko dalam diskusi panel di Russian Channel One, sebagaimana diwartakan New York Post.

“Ada laporan bahwa 100.000 sukarelawan Korea Utara siap untuk datang dan ikut serta dalam konflik," ucap Korotchenko, sebagaimana dilansir The Independent, Senin (8/8/2022).

 "Dan pekerja bangunan Korea Utara siap bekerja bersama kami (untuk memperbaiki kerusakan perang),” sambung Korotchenko.

Korotchenko, yang juga merupakan wartawan Rusia, turut menyebut bahwa pasukan Korea Utara sebagai kekuatan yang tangguh, tidak menuntut, dan termotivasi.

Baca juga: Uji Coba Nuklir Korea Utara Tinggal Tunggu Perintah Kim Jong Un

Dia menambahkan, Kremlin tidak boleh malu menerima uluran tangan yang diberikan Korea Utara tersebut.

“Mari kita beri lampu hijau untuk dorongan sukarela mereka,” ucap Korotchenko.

Dia menuturkan, jika Korea Utara menyatakan keinginan untuk memenuhi tugas internasionalnya untuk memerangi fasisme Ukraina, mereka harus diizinkan.

Dia menambahkan, kedua negara memilki hak berdaulat untuk menandatangani perjanjian yang relevan.

Tidak segera jelas bagaimana Korea Utara menawarkan bantuan militer ke Rusia.

Korea Utara dikabarkan memiliki hampir 1,3 juta personel aktif dan 600.000 personel cadangan.

Namun, sebuah laporan dari Korea Selatan menyebutkan, Korea Utara sudah bersiap untuk menugaskan dan menyeleksi pekerjanya untuk dikirim ke wilayah Donbass yang pro-Rusia.

Laporan tersebut menambahkan, Korea Utara mengarahkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Rusia untuk bersiap-siap mengirim pekerja untuk perang. (*)

 

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved