HUT Kemerdekaan RI

Kumpulan Puisi Bertema Kemerdekaan, Cocok untuk Lomba dan Dibaca Saat Upacara HUT ke-77 RI !

Salah satu kegiatan yang tak luput dilaksanakan di bulan kemerdekaan ini yakni lomba maupun pembacaan puisi yang bertemakan kemerdekaan.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
-
Logo HUT RI ke 77 

TRIBUNJOGJA.COM - Semarak HUT ke-77 RI mulai dirasakan oleh masyarakat pada awal bulan agustus kemarin.

Bulan Agustus, lebih tepatnya tanggal 17 Agustus merupakan hari yang sangat penting bagi bangsa Indonesia.

Hari itu merupakan hari bebasnya rakyat Indonesia oleh penjajah yang berasal dari Belanda dan Jepang.

Oleh karena itu di bulan kemerdekaan ini, berbagai kegiatan dilakukan guna memperingati dan merayakan hari dimana rakyat Indonesia bebas dari penjajahan bangsa lain.

Salah satu kegiatan yang tak luput dilaksanakan di bulan kemerdekaan ini yakni lomba maupun pembacaan puisi yang bertemakan kemerdekaan.

Berikut ini merupakan kumpulan puisi bertemakan kemerdekaan yang bisa dibacakan pada saat lomba maupun upacara HUT RI ke-77.

Hari Itu, Bangsaku Bahagia 
Karya: Asty Kusumadewi

Indonesia adalah negara kaya
Negara penuh budaya
Negara yang selalu jaya
Di setiap generasinya
Namun, ada kisah nyata dibalik itu semua
Penjajahan dimana-mana
Perjuangan melawan penjajah durjana
Dengan semangat juang 45
Pertumpahan darah di tanah air
Saksi bisu perjuangan bangsa
Dengan satu keinginannya
Tekad kuat untuk Merdeka!
Merdeka, Merdeka, Merdeka!
Hari Itu Bangsaku Bahagia
17 Agustus 1945
Indonesia merdeka dari segala sengsara dan lara


Kita Adalah Pemilik Sah Negeri Ini
Karya: Taufik Ismail

Tidak ada pilihan lain
Kita harus berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
"Duli Tuanku ?"
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya, inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus berjalan terus

Hikmah Kemerdekaan
Karya: Yamin

Tujuh puluh empat tahun silam
Ku belum dipertemukan
Raga belum terwujud
Nyawa belum bersemayam
Tapi tampak sinyal kehidupan
Di usiaku yang separuh baya ini
Aku hanya bisa menikmatimu
Belum bisa memberi warna
Teruntuk negeri ini
Pagi merayap siang
Tepat pukul sepuluh detik-detikmu diperdengarkan
Pekik merdeka menggema mengangkasa ke penjuru negeri
Dengan rasa haru ke sambut pekikmu


Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat menjadi Inspektur Upacara HUT ke-76 Kemerdekaan Indonesia.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat menjadi Inspektur Upacara HUT ke-76 Kemerdekaan Indonesia. (Istimewa)

Baca juga: Inilah Deretan Tempat Ekstrem yang Pernah Jadi Lokasi Upacara Bendera HUT RI

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved