Berita Gunungkidul Hari Ini

Capaian Booster di Patuk Gunungkidul Masih Rendah, Terkendala Kurangnya Minat Warga

Kapanewon Patuk di Gunungkidul jadi salah satu wilayah dengan capaian booster vaksin Covid-19 yang rendah. Upaya percepatan pun kini gencar

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Alexander Ermando
Panewu Patuk, Martono Iman Santoso (tengah) dan Lurah Terbah, Giyanto (kanan). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kapanewon Patuk di Gunungkidul jadi salah satu wilayah dengan capaian booster vaksin Covid-19 yang rendah.

Upaya percepatan pun kini gencar dilakukan oleh pemerintah setempat.

Panewu Patuk, Martono Iman Santoso mengakui jika masih banyak kalurahan yang capaian booster nya masih terbilang rendah.

Baca juga: Timnas Indonesia U-16 Siapkan Opsi Adu Penalti Lawan Myanmar di Semifinal Piala AFF U-16 2022

"Salah satunya ya di Kalurahan Terbah ini, yang tengah kami upayakan capaiannya," kata Iman ditemui di Terbah, Patuk, Selasa (09/08/2022).

Menurutnya, ada berbagai kendala yang menyebabkan capaian booster cenderung melambat.

Salah satunya karena kurangnya minat warga untuk mendapatkan dosis tambahan tersebut.

Selain itu, Iman juga menilai warganya saat ini merasa lebih aman lantaran situasi pandemi terbilang melandai.

Padahal, potensi penularan hingga lonjakan kasus tetap ada.

"Alasan lainnya karena sibuk bekerja sehingga mereka memilih menunda booster," ungkapnya.

Ia tak menampik jika diperlukan pendekatan intensif namun perlahan ke warga agar bersedia menerima dosis booster.

Termasuk terus mengingatkan mereka untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Salah satu caranya dilakukan di Terbah, dengan menyebar undangan langsung ke warga untuk mengikuti vaksinasi.

Baca juga: Bupati Halim Sebut Panewu dan Lurah di Bantul Ikut Tanggung Jawab Soal Perlindungan Anak

Strategi ini pun dijadikan uji coba di Patuk untuk mengejar capaian booster.

"Kami coba di Terbah dulu, kalau berhasil akan diterapkan model yang sama di kalurahan lain," jelas Iman.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty sebelumnya juga mengakui minat masyarakat terbilang rendah untuk menerima booster.

Capaian booster di Gunungkidul pun masih terbilang rendah, yaitu baru di kisaran 32 persen.

Menurutnya, diperlukan dukungan banyak pihak untuk meningkatkan minat masyarakat. Pihaknya pun hingga kini tetap rutin melaksanakan vaksinasi Covid-19, baik di kantor Dinkes ataupun di semua puskesmas.

"Cukup bawa kartu identitas dan sertifikat vaksin saja ke puskesmas terdekat," kata Dewi. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved